Renu Wening

Renu Wening

  • WpView
    OKUNANLAR 4,343
  • WpVote
    Oylar 772
  • WpPart
    Bölümler 38
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Mar 20, 2026
Sri Prabudhana Adityanegara, Pangeran Mahkota Purnadipa, tumbuh dalam gemerlap istana namun hatinya senantiasa terpaut pada kesunyian bait-bait puisi. Ia terpesona pada karya penyair misterius bernama Renu Wening-puisi-puisi yang seolah mampu membaca isi jiwanya. Namun suatu hari, kabar menyebar. Renu Wening tak lagi menulis. Di tengah kekosongan itu, Prabudhana mendengar suara seseorang di pelataran istana-seorang pemuda rendahan bernama Naraya Sadvimuktama-membacakan syair milik Renu Wening dengan penghayatan yang menusuk. Sejak saat itu, Prabudhana meminta Naraya membacakan puisi-puisi itu hanya untuknya, tanpa tahu siapa sesungguhnya pemuda itu. Ketika perjanjian politik dengan Kerajaan Mandakara menuntut Prabudhana menikahi sang putri, kenyataan pahit terkuak: sang putri dan Prabudhana sama-sama mencintai orang lain. Tak ingin mencoreng nama baik sang putri atau membuat perjanjian dua kerajaan runtuh karena alasan memalukan, Prabudhana memilih mengaku bahwa dirinyalah yang menolak perjodohan. Tapi di balik keputusannya, kerajaan lain merasa dihina. Perang tak bisa dihindari. Dan sebagai "titik mula masalah", Prabudhana dijatuhi hukuman politik: dicabut gelar dan diasingkan jauh dari tanah kelahirannya.
Tüm hakları saklıdır
#730
mlm
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Gandakusuma
  • Chrysanthemum and Jade (BAILI x ZANGHAI)
  • GARBHAPATI
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • ETERNAL BOND (YIZHAN)
  • My Empress / Love and Crown / 我的皇后
  • Menikahi Lelaki Brengsek
  • Prambanan Obsession (END)
  • DWIWARMAN DAN ROMANTISME SEBERANG LAUTAN (BXB)

Setiap kerajaan besar menyimpan dua hal yang tak terelakkan: kejayaan... dan keretakan. Di Tarumanagara, pecahan-pecahan itu mulai terasa seperti getar halus di permukaan air-nyaris tak terdengar, tapi menyimpan badai yang sabar. Patih Wilagni tahu: ia sedang berdiri di antara sisa-sisa peradaban yang megah, tapi rapuh. Di usia senjanya, ia hanya ingin diam di beranda, mendengar suara angin dan cucu yang tertawa. Tapi sejarah jarang mengizinkan seseorang pergi tanpa luka. Tuduhan, pengkhianatan, dan dendam masa lalu mendesaknya untuk memilih: diam... atau melindungi yang ia cintai. Aryaseta, putra semata wayangnya, belum sepenuhnya tahu bahwa darah yang mengalir di tubuhnya adalah warisan dari masa yang runtuh. Ia masih membaca sastra tua di kamarnya, tidak tahu bahwa namanya sedang ditimbang di ruang-ruang kekuasaan yang tak ia kenal. Dan Santanu, bekas prajurit yang memilih menjauh dari hiruk-pikuk istana, kini harus kembali menakar kesetiaan di atas luka. Di antara rempah-rempah dagangannya, ia menyimpan satu sumpah: agar tak satu pun anak cucunya jatuh ke dalam lingkaran dendam keraton. Lalu, Tarumanagara pun pecah. Dari rahimnya lahir dua anak kandung yang tak lagi saling mengenal: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Satu ingin melanjutkan nama, satunya ingin memulai yang baru. Tapi sejarah tidak pernah bisa ditulis tanpa darah. "Petaka di Tarumanagara" bukan sekadar kisah tentang raja dan perang. Ini adalah narasi tentang perpisahan, tentang keberanian menyelamatkan jiwa meski kehilangan segalanya, dan tentang cinta yang bertahan meski dunia berubah bentuk. Bila kekuasaan adalah lingkaran, maka cerita ini adalah tentang orang-orang yang memilih keluar dari pusaran itu-demi cinta, demi warisan yang lebih luhur daripada tahta.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi