When The Old Flame Reignited

When The Old Flame Reignited

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
"Mari kita akhiri, langkah kita telah berlawanan arah." Bagaikan tersambar petir di siang hari yang terik, Aletha membeku di tempat mendengarkan kalimat datar nan dingin yang terucap itu. Tanpa pikir panjang, ia menghentakan buket anyelir yang baru saja berada di pelukan. Kedua hazel beningnya perlahan memerah menahan amarah sembari menatap kecewa pada sepasang giok hitam tajam di hadapannya, berusaha menuntut penjelasan. "Apa maksudmu berlawanan arah?" Sang pemuda mengalihkan pandangan, sedikit menunduk dan balas menatap sang gadis. Namun tidak berselang lama, ia memutuskan untuk membalikkan badan dan melangkah menjauh tanpa menghiraukan pertanyaan Aletha yang menggantung di udara. Dengan sebelah tangan yang terangkat rendah, ia melambai pelan. Dan meninggalkan Aletha di bawah cahaya lampu jalan sendirian. Perlahan angin malam nan dingin kini bertiup. Menyibak helai demi helai kecokelatan yang sejak awal digerai bebas. Bibir yang semula merah merekah, kini mulai memucat sebab digigit demi menahan isak tangis. Namun, pada akhirnya setetes cairan bening itupun terjatuh, bersamaan dengan dedaunan kering yang kian mengikis bayang dari punggung tegak di depan sana. Tubuh yang semula berdiri, kini telah terduduk. Dirinya sendiri tidak mampu menompang tubuh yang mulai bergetar. Dengan sebelah tangan yang menutup mulut, Aletha memandang sendu pada sebuket anyelir kuning yang semula terlihat apik, kini telah berantakan. "Selamat tinggal." Anyelir kuning itu menyampaikan kalimat yang tidak terucapkan.
All Rights Reserved
#58
clbk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFIKA [ ENDβœ” ]
  • Love Bombing
  • BLOOD FLOWERS
  • Asmaranya Arjuna
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • gadis boneka? (END)
  • ππ‹π€π˜ π†πˆπ‘π‹ πŠπ€π‹π„π€
  • Stay With Me  [On Going]
  • ZERGAN

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines