When The Old Flame Reignited

When The Old Flame Reignited

  • WpView
    OKUNANLAR 20
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Haz 1, 2025
WpInfo
Kurgu
Romantik
"Mari kita akhiri, langkah kita telah berlawanan arah." Bagaikan tersambar petir di siang hari yang terik, Aletha membeku di tempat mendengarkan kalimat datar nan dingin yang terucap itu. Tanpa pikir panjang, ia menghentakan buket anyelir yang baru saja berada di pelukan. Kedua hazel beningnya perlahan memerah menahan amarah sembari menatap kecewa pada sepasang giok hitam tajam di hadapannya, berusaha menuntut penjelasan. "Apa maksudmu berlawanan arah?" Sang pemuda mengalihkan pandangan, sedikit menunduk dan balas menatap sang gadis. Namun tidak berselang lama, ia memutuskan untuk membalikkan badan dan melangkah menjauh tanpa menghiraukan pertanyaan Aletha yang menggantung di udara. Dengan sebelah tangan yang terangkat rendah, ia melambai pelan. Dan meninggalkan Aletha di bawah cahaya lampu jalan sendirian. Perlahan angin malam nan dingin kini bertiup. Menyibak helai demi helai kecokelatan yang sejak awal digerai bebas. Bibir yang semula merah merekah, kini mulai memucat sebab digigit demi menahan isak tangis. Namun, pada akhirnya setetes cairan bening itupun terjatuh, bersamaan dengan dedaunan kering yang kian mengikis bayang dari punggung tegak di depan sana. Tubuh yang semula berdiri, kini telah terduduk. Dirinya sendiri tidak mampu menompang tubuh yang mulai bergetar. Dengan sebelah tangan yang menutup mulut, Aletha memandang sendu pada sebuket anyelir kuning yang semula terlihat apik, kini telah berantakan. "Selamat tinggal." Anyelir kuning itu menyampaikan kalimat yang tidak terucapkan.
Tüm hakları saklıdır
#6
cintalamabersemikembali
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Perder El Amor
  • Love Bombing
  • You're [not] Mine
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Pelangi Di Matamu
  • Asmaranya Arjuna

Di malam yang dingin.. Rembulan pun enggan memperlihatkan dirinya, hujan disertai angin kencang dan suara petir yang memekik telinga Seorang wanita duduk tersimpuh dilantai marmer putih dingin, rambut panjang terurainya menghalangi wajah cantiknya yang terdapat noda merah di pelipis kirinya dan bekas pukulan yang membiru. Keadaan dirinya sedang berantakan dan hatinya remuk tak berbentuk, ia menangis tersedu-sedu meratapi hidupnya yang kini sirna. She loving him, but... "Aku menikah denganmu, hanya mengikuti permintaan orang tua ku, bukan karena aku mencintai mu!. Jangan harap kau, kalau aku mencintaimu" ucap seorang pria "..." "Yang ku lakukan selama ini, tidak ku dasari dengan cinta, sayang dan apapun itu. Ku hanya menganggap kau sebagai manekin hidup yang tak berarti!" ucap pria lagi Hati wanita itu bagai di hujami belati dan hancur seketika, ia terus menangis tanpa henti menahan sakit hatinya dan fisiknya "Dan apa itu cinta? aku tidak mengenalnya and never knew about that!" lanjutnya Pria itu tersenyum miring sembari mengangkat dagu wanita itu untuk bisa menatap dirinya "Ckck cinta" "BULLSHIT" ucapnya sambil tertawa di depan wajah wanita itu 'Sakit hati yang tidak bisa di deskripsikan dengan kata-kata, ucapannya bagaikan ribuan belati yang menghujami diri ini. I Love him, always' -Alejandro Castillo Zhelobovskaia -Rhea Farheen

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi