4NITY
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 6, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Empat jiwa dari fakultas berbeda, disatukan bukan oleh takdir... tapi oleh luka yang haus akan kebenaran. Apa yang mereka cari hanyalah jawaban. Tapi yang mereka temukan jauh lebih dari itu-kebusukan yang tersembunyi rapi di balik dinding kampus, rahasia yang mengintai dalam diam, dan jejak-jejak kegelapan yang seharusnya tak pernah terungkap. Penyelidikan pertama membuka pintu neraka. Teror datang tanpa ampun-bukan sekadar ancaman, tapi peringatan dari sesuatu yang jauh lebih kelam. Namun ancaman terbesar bukan dari luar. Retakan mulai tumbuh di antara mereka. Rahasia pribadi. Dendam masa lalu. Dan tekanan dari pihak-pihak yang ingin mereka diam selamanya. Apa artinya memperjuangkan kebenaran, jika nyawa menjadi taruhannya? Seberapa kuat kepercayaan bisa bertahan ketika kebohongan mulai merasuki? Dan... apa yang tersisa ketika luka menjadi terlalu dalam untuk disembuhkan? 4nity adalah kisah tentang bayangan di balik cahaya, pertempuran antara hati dan akal, dan jalan sunyi menuju akhir yang tak pernah benar-benar menjanjikan harapan.
All Rights Reserved
#583
teror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Forgotten Museum
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • A Life That Turns
  • Noda dalam Cinta
  • BETWEEN US, SILENCE [END]
  • Lolipop berdarah
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • RESONANSI PELURU

Museum yang terlupakan Saat sebuah rombongan pelajar melakukan kunjungan ke museum misterius yang tidak terdaftar di mana pun, mereka tidak menyadari bahwa mereka melangkah ke dalam perangkap waktu. Museum itu tidak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga rahasia yang dapat mengubah takdir mereka. Terperangkap dalam lorong-lorong yang terus berubah, mereka harus menghadapi teka-teki, bayangan masa lalu, dan keputusan yang akan memengaruhi masa depan mereka. Seiring berjalannya waktu-atau justru berhentinya waktu-mereka menyadari bahwa museum ini bukan sekadar tempat kunjungan biasa. Ini adalah ujian. Sebuah permainan yang mempertaruhkan keberadaan mereka sendiri. Mampukah mereka menemukan jalan keluar sebelum terlambat? Ataukah mereka akan menjadi bagian dari Museum Tanpa Waktu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines