A PLACE WE USED TO SIT (TERBIT)

A PLACE WE USED TO SIT (TERBIT)

  • WpView
    LECTURAS 950
  • WpVote
    Votos 279
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadConcluida sáb, jun 28, 2025
Lima belas tahun berlalu sejak hak asuh jatuh ke tangan Ayah. Jennitra sudah dewasa dalam menentukan arah langkah. Memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran dan mencari keberadaan Ibu adalah pilihan yang sudah dipikirkan Jennitra dengan sangat matang. Jennitra ingin membuktikan bahwa Ibunya tidak pernah berselingkuh. Bahwa dia tidak seharusnya takut semua lelaki akan sama seperti Ayah. Sehingga nantinya, dia bisa percaya bahwa rumah itu memang ada. Bahwa rumah bukan sekadar bangunan untuk berlindung dari hujan dan panas. Bahwa rumah bisa jadi wujud dari seseorang yang dituju untuk pulang.
Todos los derechos reservados
#5
bukittinggi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rendra & Lila [END]
  • Kau Rumahku
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Indira (Playstore)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Alverissa [Proses Terbit]
  • Untuk Jemima - Delrine
  • Two Person That I Love

Ganti judul dari Cinta Tanpa Jarak -Rendra Atha Pratama Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan masa laluku yang kelam. -Lila Avanda Kristanto Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan usiaku yang masih sangat belia. Apa jadinya jika kedua pasangan sama konvensi ini saling terikat oleh tali perjodohan karena orang tua mereka. Dan, apa jadinya jika kedua pasangan ini saling terpaut hati saat pertama kali mereka bertatap muka. Memiliki banyak kesamaan akan kegemaran dan kecenderungan justru mempermudah mereka untuk mengundang ketertarikan. Awal kisah pernikahan mereka baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena alasan tertentu Lila berucap untuk pergi meninggalkan Rendra. "Jadi semuanya kamu anggap apa selama ini?" sedikit berteriak. "Nggak. Kamu nggak boleh pergi!" Tersentak. "Kenapa? Mas, tolong ngertiin aku, Mas!" Lila tak dapat membendung air matanya. "Dari dulu aku ngertiin kamu, La tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," terang Rendra. Dari sinilah takdir berperan. Berhasilkah Lila pergi mewujudkan keinginannya itu? Atau berhasilkah Rendra mencegahnya? Langsung tekan tombol Baca diatas... #Ini karangan cerita hasil pemikiran author sendiri, ya! Jika ada persamaan tokoh dan kejadian, itu hanyalah suatu ketidaksengajaan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido