Untukmu, Meski Bukan Aku

Untukmu, Meski Bukan Aku

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 20, 2025
Aku adalah jeda, di antara kisahmu dan dirinya, seperti senyap yang hadir di sela dua nada cinta. Kau tak pernah tahu, namamu adalah bait yang tak pernah rampung kutulis, karena takdir memintaku diam di halaman paling sunyi. Aku mencintaimu, dengan cara yang tak kau lihat, tak kau dengar, dan tak pernah bisa kau balas. Biarlah aku menjadi langit yang kau pandang bersama dia-. Aku tetap biru, meski tak kau sadari warnanya. Jika bahagiamu bukan aku, maka izinkan aku menjadi luka yang diam-diam mendoakanmu pulih dari segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • MAHENDRA
  • CINTA TERLARANG CINTA TERINDAH
  • Strong Girl Michella (END)
  • Seumpama Senja "Jangan Menyimpan Rasa Jika Tak Kuasa Menahan Rindunya"
  • Bersamamu
  • Maina & Maxim
  • Nikah Muda
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Dia Semesta

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines