Mona dan 99+ kencan

Mona dan 99+ kencan

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
@mona.luxe "First dates are just job interviews with better lighting." Tiap orang selalu menatapku seperti aku perempuan yang terlalu senang bermain-main. Mungkin karena aku tertawa terlalu lepas, bicara terlalu santai, atau terlalu cepat memutuskan mau pergi dengan siapa. Tapi apa salahnya menikmati dunia saat dunia juga menikmati kita? Aku Mona, dua puluh empat tahun, dengan hidup yang terasa seperti playlist shuffle. Kadang jazz, kadang techno, kadang slow lo-fi. Kadang ada pria yang ngajak ngobrol soal politik luar negeri, kadang ada yang cuma mau tahu ukuran sepatuku. Dan semuanya... menarik dengan cara mereka sendiri. Aku pernah makan malam di rooftop hotel bintang lima tanpa tahu nama belakang pria yang duduk di depanku. Aku pernah main mini golf sambil pakai sepatu hak tinggi hanya karena lucu. Dan aku pernah kabur dari kencan di menit ke-17 karena dia ngomong "aku sebenarnya anaknya deep banget sih." Apa aku pernah jatuh cinta? Belum. Apa aku pernah tersesat? Belum juga. Aku tahu ke mana arahku. Aku cuma belum mau parkir. Orang bilang hidup itu soal menemukan satu. Tapi bagiku, hidup-setidaknya untuk sekarang-adalah tentang 99+ cerita yang nggak butuh ending. Dan siapa tahu, di antara semua itu, mungkin ada satu yang cukup menarik untuk kuberitahu namaku dengan lengkap.
All Rights Reserved
#736
brondong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catch Me If You Can
  • You, Hope, and Memories
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • INTERVIEW (END) - revised
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Nalalira
  • Turn (Never lose hope)
  • Aphiemi ( EDITED)

Sudah pernah nonton orang tawuran? Sudah dong ya. Di TV. Atau mungkin di dunia nyata. Tapi, kamu pernah nggak nonton bencong tawuran? Nggak pernah, kan? Hihihihi. Tapi, ini bukan soal tawuran bencong, ya. Aku pernah sih ikut tawuran bencong. Kami nggak saling pukul dan lempar batu kok. Tapi kami adu mulut ala-ala Taylor Swift sama Katy Perry di Twitter. Kalau ketemu paling lempar tabung Mascara kami yang sudah habis, lempar kuas blush on yang sudah rusak, lempar pelentik bulu mata, sumpal mulutnya pakek dildo. Gitu-gitu, deh! Aku di sini nggak mau nyeritain soal tawuran bencong kok. Aku mau nyeritain kisah hidup aku. Anggap aja ini kayak diari. Kalau Marshanda aja boleh nulis diari, kenapa aku nggak, yes? Makanya, aku mau kalian baca kisah hidup aku. Tenang aja, aku nggak jablay-jablay banget kok. Aku botty binal baik-baik. Sebelas dua belas lah hati aku sama Mother Theresa. Cuma, aku nggak pakek tudung kepala. Kalaupun pakek aku paling pakek kondom, soalnya lebih ketat dan bisa menyembunyikan rambut dengan baik. Ya, ampun, ew banget deh! Intinya... ini kisah hidup aku. Aku gay, botty, agak banci, dan suka banget sama punggung-punggung cowok kekar. Sayangnya, yang punya punggung-punggung itu cowok straight. Bentar, aku lap air mata dulu mirip Taylor Swift pas dikhianati Katy Perry. Gay memang selalu jatuh cinta sama cowok straight, ya? Kenapa sih begitu? Kisah aku ini paling juga mirip kalian. Ini teriakan histeris isi hati aku. Selamat membaca. Dan selamat jadi agak banci sama aku. Yuk, kita binal-binal bareng!

More details
WpActionLinkContent Guidelines