Gema
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
Hampa. Kau mungkin membayangkannya sebagai sebuah ketiadaan, sebuah ruang kosong yang dingin dan tak bermakna. Namun, tidak. Hampa yang akan kau selami ini jauh lebih pekat, lebih berdenyut dari itu. Ia adalah semesta tersendiri, sebuah kanvas raksasa di mana jejak-jejak kehidupan tak pernah benar-benar sirna. Percayalah, di dalam relung kehampaan yang tampak senyap itu, bergema riuh rendah bisikan tak berwujud. Itulah Gema dari segala yang pernah ada dan yang akan datang. Ada gema dari dendam yang membara, mengiris udara laksana pedang tak kasat mata. Ada gema dari rasa sakit yang menusuk, merintih dalam kesunyian abadi. Namun, di antara bayang-bayang itu, terdengar pula gema tawa yang pernah renyah, gema kehangatan cinta yang pernah memeluk erat, bahkan gema sorak sorai kemenangan yang pernah mengguncang langit. Semua itu bertaut, bergetar, mengisi kehampaan dengan esensi kehidupan itu sendiri. Inilah kisah tentang Rémy Belpois. Seorang jiwa yang terlempar ke dalam pusaran hampa ini, seorang pengelana yang menapaki jalan setapak di antara puing-puing harapan dan kenangan pahit. Dengan hati yang membeku oleh duka dan bara amarah yang menyala di pelupuk mata, ia memulai perjalanannya, terdorong oleh satu tujuan yang membakar jiwanya: sebuah misi balas dendam. Namun, akankah perjalanannya di tengah belantara gema ini hanya membawanya pada pembalasan dendam semata? Atau akankah ia, di antara gema-gema yang berbisik, menemukan lebih dari sekadar kepedihan dan amarah yang kini melingkupinya? Sebab dalam hampa yang bergema ini, setiap langkah adalah pertemuan dengan serpihan jiwa-miliknya, dan milik semesta.
All Rights Reserved
#425
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]
  • Entwined by fate || BXB
  • Bimasakti - Dark Beggining Of All
  • REVANO UNTUK REVA
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Raina Maramitha
  • Night Has Change~
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Alam Byantara
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

Proses revisi 🙏 ___ Jemma selalu menjalani hari dengan lapang dada-meski tak satu pun harinya bebas dari cobaan. Dicemooh sebagai gadis aneh dan buruk rupa, ditambah sikapnya yang dianggap kasar, ia tetap berdiri tegak. Hidupnya penuh jalan curam, tapi ia tak gentar, selalu mampu menaklukkan semuanya dengan keberanian yang mengejutkan. Namun semuanya berubah... dalam sekejap. Di bawah cahaya rembulan, dari celah-celah gelap dermaga, sesosok makhluk misterius menyeretnya ke dalam laut. Tak sempat bernapas, pandangannya kabur, paru-parunya mulai terasa sesak. Kepanikan menguasai, pikirannya hanya bisa menjerit. "Gawat, aku akan mati!" Namun di detik-detik kritis itu, di antara gelombang dan cahaya bulan yang menari di air, ia melihatnya-makhluk itu. Meliuk-liuk indah dan menyeramkan, sosok itu mendekat dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Penutup wajah Jemma ditarik, wajahnya disentuh lembut, lalu-sentuhan dingin menyentuh bibirnya. Sebelum segalanya gelap, hanya satu hal yang tertangkap oleh matanya: senyum misterius... dan ekor yang berkilau di air. Lalu, kesadarannya memudar. Tepat sebelum semuanya gelap, bibir Jemma tampak bergerak, membentuk satu gumaman tak bersuara. "Sial, anjing laut." ____ ⚠️DILARANG KERAS BAGI SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN PLAGIARISME!⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines