Sea-lorn Friend

Sea-lorn Friend

  • WpView
    Leituras 34
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadConcluída qui, mai 29, 2025
"Hah! Dasar pembohong!" tubuh gempal itu ia tabrakkan pada bocah kurus hingga terjatuh. Sekali gerakan, ia mengeluarkan korek api dan menyalakan salah satu anak korek. "Pembohong sepertimu baru akan berkata jujur jika lidahmu kami bakar." "Apa-apaan! Hentikan!" Bu Guru segera mengusir ketiga anak yang merundung bocah pantai itu hingga terbirit-birit. "Kamu tidak apa-apa? Kenapa, kok, bisa sampai main bahaya kayak tadi?" Bocah itu mendengus, "mereka nggak percaya adanya duyung! Padahal aku berteman dengan salah satunya!" Bu Guru hanya bisa tersenyum sambil membawa bocah itu ke ruang pengobatan, "bersikap dewasa, lah, Satsuki-kun. Kamu bukan lagi balita."
Todos os Direitos Reservados
#30
sol
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • DANADYAKSA
  • Treacherous
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Amor?
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • 27 FEBRUARI
  • Istri Mas Duda  [End]
  • Too Tall To Love
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo