In the quite of us [END]

In the quite of us [END]

  • WpView
    Reads 586
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Thu, May 22, 2025
Alvano Rendra Lysandre tidak pernah benar-benar percaya bahwa dirinya layak dicintai. Pengalaman cinta pertamanya saat SMA, yang berlangsung tanpa pertemuan nyata karena pandemi, hanya meninggalkan rasa bersalah dan trauma, membuatnya menilai dirinya sebagai laki-laki tanpa usaha, tanpa arah, dan terlalu rusak untuk siapapun. Kini, sebagai mahasiswa di sebuah universitas swasta, Alvano menjalani hidup yang tenang dan penuh jarak. Hingga hadir Nayandra Celestine Prasya, gadis pendiam di luar circle-nya, namun ceria dalam percakapan mereka yang sederhana. Nayandra tidak pernah meledak-ledak menunjukkan rasa suka, tapi tatapannya bicara banyak. Diam-diam, ia mengisi ruang kosong di hati Alvano. Lewat obrolan ringan tentang anime, game, dan kerja kelompok, mereka tumbuh, pelan-pelan. Tapi tak semua cinta berjalan lurus. Di antara jarak, gengsi, trauma, dan waktu yang tak selalu berpihak, mampukah dua hati yang diam ini saling menemukan?
All Rights Reserved
#113
fiksiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renandra Retha
  • Debt of Desire (END)
  • Antara Nada dan Lensa
  • Felicia> Januari With You
  • cinta yang terluka
  • Vermilion Reverie [skynani x dew] END
  • Cinta Gadis Biasa [On Going]

Retha, mahasiswi ceroboh, dan Renandra, petugas bandara yang jutek penuh sarkasme, bertemu lewat serangkaian insiden konyol-kopi tumpah, dompet hilang, dan adu mulut yang seolah tak pernah selesai. Setiap pertemuan dipenuhi tatapan tajam dan ucapan sarkastik, seakan semesta senang mempertemukan mereka hanya untuk saling menyebalkan. Namun, semakin sering mereka bertemu, sesuatu mulai berubah. Kebencian perlahan berubah menjadi rasa penasaran, lalu tanpa sadar... menjadi sesuatu yang lebih dalam. Tapi ada satu hal yang tak bisa mereka abaikan-perbedaan yang tak mungkin dihapus begitu saja. Seperti laut yang selalu berbisik pada karang, ada perasaan yang terus bergema di hati mereka. Tapi apakah takdir mempertemukan mereka hanya untuk akhirnya saling melepaskan? --- 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines