Story cover for BOM PIKIRAN!!! by fauzankarno
BOM PIKIRAN!!!
  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 41
  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 41
Ongoing, First published May 21, 2025
Kita sekarang gak lagi hidup di era argumen, tapi DISTRAKSI.

Simulasi hari ini udah sulit ditembus pake argumen halus.

Kita butuh "BOOM!" untuk minimal meninggalkan retakan di pikiran orang-orang yang masih hidup.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add BOM PIKIRAN!!! to your library and receive updates
or
#4trend
Content Guidelines
You may also like
Satria Biji Hitam by satsuria
7 parts Complete Mature
Gw terbilang ya lumayan sering lah perkenalan diri karena gw suka pindah-pindah sekolah apalagi pas SD karena ikut alm bokap yang tugasnya suka pindah-pindah setahun atau dua taun dan juga suka pindah pas mulai kerja ampe di bilang kutu loncat, nah dari gw SD tiap gw perkenalan biasanya jokesnya kaya gini, "hai guys, gw satria, biasa di panggil sat aja, sering juga bangsat" perkenalan gw biasanya pas ngomong gitu ada yang ga familiar sama kata-kata bangsat karena di pergaulannya mungkin beradab, "satria baja hitam ya, haha," biasanya yang rada dominan, supel, superior atau yang rada asik nyaut begitu bre, abis itu semuanya tertawa, dan yang ngerti filmnya biasanya lanjut nanya "robo rider apa bio rider sat?" gw pasti bilang "bio rider" terus gw biasanya sebelum ketawanya selesai dan roaming karena bahasan satria baja hitam gw lanjut, sambil ikut ketawa gw tiba-tiba "bukan baja hitam sih biasanya gw biasa di panggil BIJI HITAM" tiba-tiba semua diam gw sambil senyum sedikit untuk menggambarkan kalo gw sebenernya pengen ngelanjutin ngejokes dan ga baper dengan becandaan alias marah, trus semua ketawa lebih keras di banding ketawa sebelumnya, malah ada yang bilang "jorok ah" dari SD, sampe gw mulai ngerasa sakit pinggang, gw mulai merenungi soal biji ini dengan cukup keras, kenapa jokes kita ga original, kenapa pas bilang biji harus ke arah biji penis, hingga menemukan jawabannya dari orang-orang yang tercerahkan, jadi dari biji gw mulai dapet pencerahan yang bermanfaat, ya beda level jauh si dari para orang-orang tercerahkan seperti Budha kan di pohon bodhi, Nabi Muhammad di Goa, Yesus ke padang gurun, Rene Descartes ke Belanda, mendikbud di kantornya, kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran yang tercerahkan, revolusioner, menyajikan makanan-makanan yang bisa kita nikmati hingga sekarang, makanan spiritual, makanan suci, makanan yang paling sejatinya kita butuhkan untuk sehari-hari, ada sedikit sarkas dalam paragraf ini
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula by Irwansight
51 parts Complete
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
You may also like
Slide 1 of 10
TANPA SYARAT. cover
Misteri KKN Di Desa Penari cover
HAK UNTUK BUNUH DIRI cover
PUTRA PASUNDAN (Tahap Revisi)  cover
Satria Biji Hitam cover
RKS/ FSAAI cover
Rekonsiliasi Hati ✔ cover
Cinta Sang Prajurit (END) cover
Bersanaja cover
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover

TANPA SYARAT.

21 parts Ongoing

"Hilang bukan berarti usai, hanya memberi ruang bagi rindu untuk bernapas lebih lama."-Bashir Basuki "Lebih baik tidak mengenal, daripada jatuh dalam ingatan yang tak bisa dilupakan."-Laila