Story cover for Senandika by laraliris
Senandika
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published May 21, 2025
Kisah tentang dua jiwa yang saling menemukan di tengah diam.
Tentang cinta yang tak pernah diminta, tapi hadir dengan sunyi yang penuh makna.

Dari tatapan yang tak sengaja,
hingga perpisahan yang tak kuasa dicegah.

Ini bukan cerita tentang yang saling memiliki.
Ini tentang yang saling menguatkan, lalu melepaskan.

Sang puan mencintai dalam senyap.
Sang tuan mencintai terlambat.

Dan di antara mereka-tersimpan catatan kecil,
yang hanya bisa dibaca oleh hati yang pernah kehilangan.

DISCLAIMER:
Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, cerita dan kejadian, hal itu merupakan kejadian yang tidak disengaja penulis.
All Rights Reserved
Sign up to add Senandika to your library and receive updates
or
#201bittersweet
Content Guidelines
You may also like
Everything Between Us (ON GOING) by Lifeofzyailomiloxx
16 parts Ongoing
Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~
You may also like
Slide 1 of 9
When his name is cover
cinta di BATAS SENJA cover
Still You (Tamat) cover
Jauh. Esok Nanti atau Selamanya cover
The Bleeding Lady [completed] cover
Teruntuk Mia cover
BEHIND THE NOISE : US cover
Promise cover
Everything Between Us (ON GOING) cover

When his name is

22 parts Ongoing

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.