SOMAT DAN TIGOR SATPAM KOCAK

SOMAT DAN TIGOR SATPAM KOCAK

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
Somat dan Tigor adalah dua orang yang memiliki latar belakang dari tempat yang berbeda, Somat berasal dari Madura sedangkan Tigor berasal dari Medan. Walau mereka memiliki latar belakang yang berbeda namun mereka menjadi kompak saat bertugas bersama menjadi seorang satpam di Perumahan Mawar Indah. Hidup dalam perantauan menjadikan mereka memiliki hati yang lapang dan suka menolong, tak jarang mereka sering di sibukkan dengan permintaan warga Mawar Indah yang aneh-aneh dan terkadang diluar nalar. Cerita ini merupakan Sitkom yang berarti komedi situasi. Sitkom adalah salah satu genre komedi yang menceritakan kisah-kisah ringan dan lucu tentang kehidupan sehari-hari, kisah komedi yang menceritakan keseharian Somat & Tigor saat menjalankan aktivitasnya sebagai satpam di perumahan Mawar Indah.
All Rights Reserved
#85
ceritahumor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bacot Tetangga (Ina Zakaria)
  • Warmindo
  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • "Arif: Jomblo Sampai Negara Api Menyerang"
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • TRIPLETS J [ ON GOING ]
  • My Duchess / End
  • Bersama Hujan Aku Menari

Ini sebuah cerita tentang keseharian Nurul, wanita berusia 26 tahun, lulusan SMA, belum berkeluarga, dan bekerja sebagai guru les. Pernah bertunangan selama 7 tahun, tetapi kandas dengan mengenaskan; diselingkuhi, dan ditinggal nikah tunangannya yang telanjur menghamili wanita lain. Nurul suka mager dan rebahan. Telinganya setara sensor seharga satu miliar. Daripada marah karena bacot tetangganya yang suka bikin sakit hati, mending ia tulis jadi diary. Siapa tahu memberi motivasi, juga materi, kalau-kalau diary-nya ini dicetak jadi buku, film, atau mungkin sinetron TV. Buat yang senasib sama Nurul: sabar. Buat yang nggak: jangan lupa bersyukur. Ini cuma fiksi, bukan based on true story. Cuma sebatas imajinasi yang kadang nyata terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines