Unwritten Lines (Wattpad version)

Unwritten Lines (Wattpad version)

  • WpView
    LECTURAS 49
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 15, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Romansa dua remaja sekolah menengah atas itu bermula dari sebuah pertemuan tak terduga-saat Jinggara Larasati dan Galdian Pratama Malik saling bertatapan untuk pertama kalinya. Pertemuan sederhana yang perlahan menyeret mereka ke dalam dunia bernama cinta. Namun cinta tak selalu mudah. Jinggara tumbuh tanpa benar-benar memahami apa arti cinta, berbeda dengan Tama-sapaan akrab Galdian Pratama Malik-yang berasal dari keluarga hangat dan penuh kasih sayang. Perbedaan itu tak menghalangi mereka untuk mencoba; mereka mulai merajut benang-benang perasaan yang kian hari semakin erat. Tapi, di balik hangatnya kebersamaan, ada silet-silet tajam yang mengintai, siap memutus benang itu kapan saja. Akankah silet-silet itu berhasil menghancurkan hubungan mereka? Atau justru benang itu akan terputus dengan sendirinya-pelan-pelan, seiring waktu yang berjalan?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied
  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • The Last Yes!
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido