Hujan tanpa henti

Hujan tanpa henti

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cermin itu selalu jujur. Menunjukkan wajahku yang sama, namun mata yang berbeda. Dulu, mata itu berbinar, penuh dengan cerminan kasih sayang Mama dan Papa. Kini, hanya ada kesepian yang terpantul di dalamnya. Rumah ini masih sama, aroma kue Mama masih sama, namun kehangatannya telah sirna. Kasih sayang yang dulu melimpah kini berubah menjadi tatapan kosong, bahkan terkadang, sindiran tajam. Apa yang telah berubah? Apakah aku yang berubah? Atau... adakah rahasia yang disembunyikan keluarga kecilku ini? Rahasia yang membuat mereka melupakan gadis kecil yang dulu selalu mereka manjakan? Aku mencari jawabannya, dalam bayangan yang menghantui cermin setiap malam.
All Rights Reserved
#74
pembulian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALASKALETTA
  • Terangkai Semu (End)
  • Memorable
  •  HAZELA
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • 1001 Luka [On Going]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • ALFHALETT
  • Alkara ( Terbit)

"𝗡𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁𝗶 𝗹𝘂𝗸𝗮𝗻𝘆𝗮, 𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁𝗻𝘆𝗮, 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗶𝘀 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮." Kehidupan Aletta yang dahulu begitu bahagia bersama keluarga kecilnya, kini harus berubah seratus delapan puluh derajat setelah ayahnya memilih untuk menikah lagi. Dunia Aletta yang semula baik-baik saja kini harus mengalami jungkir balik setelah seorang gadis bernama Shena sekaligus sebagai kakaknya masuk kedalam kehidupannya dan merebut secara perlahan apa yang telah dimilikinya. Shena berkuasa di atas segalanya, bukan hanya merebut kasih sayang sang ayah, tapi juga merebut satu-satunya kebahagiaan Aletta. Semuanya berubah, tidak ada lagi sosok seorang ayah yang mencintainya. Tidak ada lagi sosok Alaska yang selalu menjadi penyemangatnya. Sekarang, ia sendiri. Memeluk gelap, mendapat siksaan kekerasan. Ingin rasanya ia berteriak keras, mengadu pada Tuhan dan mendobrak pintu langit, bisakah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines