cinta dibalik serambi

cinta dibalik serambi

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
prolog. welcome..... Happy reading. . . . Ning Alula, putri dari seorang pengasuh pesantren besar di Jawa Timur, tumbuh dalam lingkungan yang penuh disiplin dan ilmu agama. Ia dikenal cerdas, kalem, dan berwibawa. Suatu hari, hadir seorang santri baru bernama Gus Malik—putra dari kyai ternama Madura yang sengaja dikirim untuk "ngangsu kaweruh" ke pesantren ayahnya. Pertemuan mereka awalnya penuh persaingan intelektual dan sindiran halus khas dunia santri. Tapi lambat laun, perasaan tumbuh dari setiap diskusi kitab, adu argumen, hingga diam-diam saling mendoakan di tengah malam. Namun, cinta mereka tak semudah halaman-halaman kitab yang bisa ditafsirkan. Ada restu, ada tanggung jawab, dan ada masa depan pesantren yang harus dijaga. Akankah cinta Ning dan Gus menyatu dalam satu ijab kabul? Atau justru tenggelam dalam derasnya tanggung jawab dan perbedaan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me When Halal (END)
  • Gus Vs Ning
  • LOVE IN PESANTREN
  • MAWAR PUTIH ALIZA [ REVISI ]
  • GuS [END]
  • Untuk Devara
  • Tuntun Aku Gus! (End)
  • Pilihan Abi
  • PERFECT SANTRI [END]

📚Teenfic-Spiritual "Terima kasih, sampai detik ini gus masih baik banget sama Maira. Maira enggak pernah nyangka kalau gus masih mau nolongin Maira. Maira tau semuanya tentang apa yang membuat gus menjauh dari Maira. Kita sama-sama berkorban, ya. Kalau memang Allah mentakdirkan kita bersama, semua akan dipermudah. Semangat ya, Gus." Air mata Maira kini sudah tidak dapat dibendung, ia menutup mulutnya sendiri agar Wafa tidak mendengar isakannya. Wafa menoleh kepada Maira sebentar, mendapati Maira yang menangis Wafa langsung melenggang pergi dan masuk ke mobil. "Suatu saat nanti, kita akan berdampingan. Tidak ada yang mendahului dan terdahului. Enggak tau kenapa Maira yakin banget kalau nantinya kita bisa bersatu, Gus."

More details
WpActionLinkContent Guidelines