Friends

Friends

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Alara Valerina bukan mahasiswi biasa. Dia datang ke kampus naik mobil sport, pakai tas Chanel, dan ngopi-nya harus oatmilk latte dari kafe yang bahkan belum buka cabang di kota itu. Raka Kelandra? Beda tipis. Anak jurusan Teknik Industri yang entah kenapa bisa keren bahkan pakai hoodie kusut. Dia dingin, kalem, tapi bikin satu kampus auto diem kalau dia jalan lewat lorong. Mereka berdua sama-sama kaya. Sama-sama populer. Sama-sama jadi topik favorit kampus. Tapi masalahnya: Mereka... temenan. Temenan yang aneh. Temenan yang kalau ada yang deketin Raka, Alara bete. Temenan yang kalau Alara sakit, Raka langsung muncul bawa bubur (walau dikatain 'kampungan' dulu). Temenan yang beneran... enggak temen-temen amat. Dan yang paling ngeselin? Semua orang udah nganggep mereka jadian. Termasuk dosen. Termasuk mamanya Alara. Bahkan mamanya Raka juga. Tapi mereka? Masih denial. Sampai satu hari... Raka nyeletuk, "Kamu tuh maunya aku jadi apa, La? Teman? Pacar? Atau teman yang bisa dicium kalau lagi sepi?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Nadir
  • Destiny [COMPLETED]
  • Varrelentina
  • ARKARA [PROSES REVISI]
  • VIRTUAL, Isn't it? {COMPLETED}
  • The Game
  • Innocent Heart (TAMAT)
  • Calandra [SUDAH TERBIT]
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)

Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean. Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada. Sialnya, benar semua! Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing. Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya. Namun, ketika sampai pada keadaan... Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun. Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan. Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines