Cinta dalam Diam, Jodoh dan Takdir

Cinta dalam Diam, Jodoh dan Takdir

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Tue, May 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di balik tembok pesantren yang sunyi, dua jiwa disiapkan untuk saling menemukan-bukan lewat rayuan atau pertemuan, tapi lewat doa yang tak pernah terdengar, dan keputusan yang lahir dari restu para kiai. Nadira, santri putri yang dikenal karena adab dan kelembutannya, hidup dalam ketundukan pada ilmu dan kehendak-Nya. Ia tak pernah berani berharap pada siapa pun, karena hatinya dijaga hanya untuk yang halal. Namun, tanpa sepengetahuannya, namanya telah disebut dalam musyawarah dua kiai-dijodohkan dengan seseorang yang bahkan belum pernah ia pandang lama-lama. Sementara itu, Fathan, putra dari pengasuh pesantren sekaligus seorang Gus yang tak menyukai sorotan, tumbuh sebagai pemuda pendiam dan dalam pemikirannya. Ia mencintai ilmu dan diam-diam menulis doa-doa tentang pasangan hidup yang bisa membimbingnya pada surga. Ia pun tidak tahu, bahwa sosok yang selama ini ia jaga dalam doa... telah dititipkan padanya lewat sebuah amanah besar: perjodohan. Tanpa perkenalan, tanpa proses saling jatuh cinta, mereka dituntun oleh restu dan kepercayaan. Tapi apakah cinta bisa tumbuh setelah akad? Apakah diam mereka cukup untuk menumbuhkan rasa? Atau justru perjodohan ini akan menguji arti ikhlas, sabar, dan taat yang sebenarnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah 60 Hari (SELESAI)
  • Pena santri in love
  • Satu Nama dalam Sujud
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Doa yang tak terucap
  • THE LOVE STORY HAURAA
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa

Siapa yang tidak menginginkan kehidupan remajanya bebas dan mengisinya dengan hal-hal terindah? Isrina Aulia, korban dari keegoisan orang tuanya yang berambisi menjodohkannya dengan orang kaya di desa. Gadis itu terpukul, orang tuanya menghalalkan segala cara demi terciptanya keinginan itu. Sementara, mereka tidak pernah memikirkan masa depan dan perasaannya. Dia tidak dibiarkan memilih jalan hidupnya sendiri, dan dia tidak dibiarkan memilih lelaki untuk dijadikan tambatan hati. Lalu, bagiamana kisahnya ke depan? Setelah dikenalkan dengan cinta oleh seorang gus di pesantren, akankah ia tetap manut menjalani perjodohan, atau memilih memperjuangkan cintanya dan berakhir membangkang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines