Ember Of Time

Ember Of Time

  • WpView
    Leituras 92
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 22, 2025
WpInfo
Ficção
Fantasia
"Aku pernah kehilanganmu sekali... Aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi." Clara hidup seperti manusia biasa-hingga mimpi aneh dan bayangan naga raksasa mulai mengusik hari-harinya. Saat ia bertemu dengan Atlas, seorang pria asing yang tahu terlalu banyak tentang dirinya, masa lalu yang terkubur perlahan menyeruak ke permukaan. Dulu mereka saling mencinta, di dunia di mana cinta mereka adalah kutukan. Kini, waktu memberi mereka kesempatan kedua. Tapi bayangan masa lalu belum sepenuhnya hilang... dan seseorang masih menyimpan dendam. Cinta, takdir, dan reinkarnasi bertemu dalam satu kisah penuh keajaiban. Mampukah mereka menulis ulang akhir yang dulu tak sempat mereka pilih?
Todos os Direitos Reservados
#913
witch
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Darah di Tahta Sunyi
  • Ex or New? [REVISI]
  • Cinta Bertemu Kembali
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • TROUBLEMAKER
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • The Time When We Fell In Love
  • Xagala

--- Prolog "Kerajaan ini tak dibangun di atas kebajikan-melainkan di atas bisikan malam dan darah yang mengering." Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kegelapan itu datang. Mungkin ia lahir bersamaan dengan kelahiran sang Ratu-Eirwen, putri dari takhta dingin yang menjulang di utara. Wajahnya elok bak lukisan dewa, tapi matanya... menyimpan musim dingin yang tak pernah mencair. Konon, saat ia dinobatkan, langit tidak bersorak, melainkan mendung menggulung dan gagak-gagak berputar di atas istana. Orang-orang berseru dengan takzim, namun di dalam dada mereka, berkecamuk rasa takut yang tak mereka pahami. Eirwen tak mewarisi kerajaan-ia menaklukkannya. Dengan siasat, darah, dan kehendak besi. Ia tidak memimpin dengan kasih sayang, melainkan dengan sunyi yang mengintimidasi. Dan ketika musuh-musuhnya runtuh satu per satu, bukan kemenangan yang ia rasakan, tapi kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya. Kini, bertahun telah berlalu. Kerajaan berdiri di atas tulang-tulang masa lalu. Dan di dalam istana batu yang membeku itu, sang Ratu duduk seorang diri... dikelilingi bisu, dikhianati bayang-bayangnya sendiri. Tapi ini bukan kisah tentang kebangkitan. Ini adalah kisah tentang kehilangan. Tentang bagaimana seorang ratu mengorbankan segalanya-hingga ia bahkan tak lagi memiliki dirinya sendiri. Dan ketika semuanya telah terbakar... Yang tersisa hanyalah keheningan yang menganga. ---

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo