Warmindo

Warmindo

  • WpView
    Reads 3,798
  • WpVote
    Votes 2,163
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Di balik kepulan asap mie instan dan tawa pelanggan yang riuh di warung kecil bernama Warmindo Majid, tersimpan luka-luka yang belum sembuh. Diana, seorang juru masak yang tampak biasa saja, ternyata menyimpan masa lalu yang nyaris menghancurkannya. Di tempat ini, ia bertemu kembali dengan arti rumah-bukan dari bangunan, tapi dari orang-orang yang tetap bertahan meski patah. Ada Majid, sahabat sekaligus penyelamat, yang memikul utang keluarganya sambil tetap tersenyum. Ikbal, si tukang gombal yang jago masak demi menghidupi adik-adiknya. Sipa, perempuan religius yang diam-diam menyimpan cinta tak berbalas. Dan Angga, si anak orang kaya yang justru kesepian, yang kedatangannya perlahan mengguncang segalanya. Namun ketika badai benar-benar datang-saat warung satu-satunya tempat mereka berpijak terancam ditutup karena fitnah-Diana dipaksa untuk memilih: diam dalam rasa bersalah, atau bangkit demi keluarga kecil yang telah menerima dirinya tanpa syarat. "Warmindo bukan cuma tempat makan. Ia adalah tempat orang-orang yang terluka saling menyembuhkan."
All Rights Reserved
#258
warung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa Itu rumah (SUDAH TERBIT)
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • Beautiful December Rain [TERBIT]
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Mawar  (Revisi)
  • Langit dan Kenangannya
  • Genggam yang Terlepas (SUDAH TERBIT)
  • The False Reality (TELAH TERBIT)

Ternyata rumah bukan tempat ataupun siapa yang membuat kitanya nyaman. Kenyatannya mereka akan hilang jika sudah waktunya tiba. Berharap atau menggantung sesuatu kepada mahluk yang katanya hanya sementara hanya membuat suatu harapan yang berakhir kekecewaan. Aku sadar tidak semua orang memiliki rumah, mereka hanya bisa berputar mengelilingi dirinya sendiri. Menyemangatinya sendiri, menasehatinya sendiri, bahkan menangisi dirinya sendiri. Terkesan menyedihkan tapi itu lebih baik dari pada harus berharap pada sesuatu yang katanya sementara. -Sienna Azzura Taqiyyah _______________________________________________________ Copyright adrsma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines