Story cover for Warmindo by Sapu_Tera
Warmindo
  • WpView
    Reads 3,738
  • WpVote
    Votes 2,162
  • WpPart
    Parts 33
  • WpView
    Reads 3,738
  • WpVote
    Votes 2,162
  • WpPart
    Parts 33
Ongoing, First published May 21, 2025
Di balik kepulan asap mie instan dan tawa pelanggan yang riuh di warung kecil bernama Warmindo Majid, tersimpan luka-luka yang belum sembuh. Diana, seorang juru masak yang tampak biasa saja, ternyata menyimpan masa lalu yang nyaris menghancurkannya. Di tempat ini, ia bertemu kembali dengan arti rumah-bukan dari bangunan, tapi dari orang-orang yang tetap bertahan meski patah.

Ada Majid, sahabat sekaligus penyelamat, yang memikul utang keluarganya sambil tetap tersenyum. Ikbal, si tukang gombal yang jago masak demi menghidupi adik-adiknya. Sipa, perempuan religius yang diam-diam menyimpan cinta tak berbalas. Dan Angga, si anak orang kaya yang justru kesepian, yang kedatangannya perlahan mengguncang segalanya.

Namun ketika badai benar-benar datang-saat warung satu-satunya tempat mereka berpijak terancam ditutup karena fitnah-Diana dipaksa untuk memilih: diam dalam rasa bersalah, atau bangkit demi keluarga kecil yang telah menerima dirinya tanpa syarat.

"Warmindo bukan cuma tempat makan. Ia adalah tempat orang-orang yang terluka saling menyembuhkan."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Warmindo to your library and receive updates
or
#61warung
Content Guidelines
You may also like
Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT] by fxrstayovin_
26 parts Complete
[Diikutkan dalam event PenSi volume 2 oleh teorikatapublishing] "Satu rangkaian yang menceritakan tentang kehidupan 7 murid SMA. Dan ini, bukan kisah bocah SMA yang biasa." Mungkin itulah dua kalimat yang cocok untuk menggambarkan kehidupan 7 orang yang sudah menjadi sahabat karib semenjak kelas 4 SD. Lama sekali, bukan? Tentu saja, dan hanya mereka yang tahu bagaimana caranya melanggengkan hubungan persahabatan itu. Bahkan saat mereka memiliki kekasih masing-masing, mereka tidak mempermasalahkan itu. Yang penting tidak ada harem. Cerita ini dibawa santai saja. Karena, kehidupan yang mereka miliki akan semakin random saat berkumpul bersama. Berawal setelah acara kelulusan, mereka berkumpul di rumah Chandra dan mendiskusikan akan melanjutkan di mana. Dan akhirnya, mereka sepakat akan merantau. Katanya mencoba pengalaman baru bersama-sama di kota orang. Mereka akhirnya tinggal di sebuah rumah Joglo yang masih terlihat terawat, karena mumpung dijual dengan harga murah. Tenang, di sana tidak ada penunggu halusnya, haha. Mereka pun diterima di sekolah yang sama, dan dengan hal itu mereka yakin, hubungan persahabatan mereka akan semakin langgeng. Humor bapak-bapak yang garing, kejadian random, kejadian horor tetapi berubah genre menjadi komedi bila dialami oleh mereka. Semua itu akan hadir di cerita ini. Pokoknya, hidup mereka akan dipenuhi oleh candaan garing. Maka dari itu, jika selera humor kamu adalah humor bapak-bapak, maka selamat, kamu akan mudah memahami segala candaan dari mereka. Kemarilah, akan kuceritakan kisah mereka yang begitu lucu, mungkin akan membuatmu tertawa, atau menangis karena terlalu banyak tertawa? . . . Warn/peringatan dini: mengandung humor bapak-bapak, candaan garing, mengandung kata-kata kasar. Jika kamu tidak menyukai cerita ini, JANGAN tinggalkan komentar buruk. Kamu cukup pergi dari sini tanpa jejak satupun. Vote dan komentar kalian sangat diperlukan di sini!
If we can together by lubiksgarapan
7 parts Ongoing
ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan
You may also like
Slide 1 of 18
FILOSOFI RUMAH cover
Apa Itu rumah (SUDAH TERBIT)  cover
Beautiful December Rain [TERBIT] cover
Lonceng Terakhir Janji yang Pudar [SEGERA TERBIT] cover
Missing Piece  cover
Langit dan Kenangannya cover
A Symbiotic cover
Genggam yang Terlepas (SUDAH TERBIT)  cover
Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT] cover
Rebel's cover
Terlanjur Resepsi cover
Mawar  (Revisi) cover
SEPARATED BROTHER [END] cover
KARAFERNELIA  cover
EVERLASTING LOVE (SUDAH TERBIT) cover
If we can together cover
The False Reality (TELAH TERBIT) cover
Araleya: Titik Temu Semesta cover

FILOSOFI RUMAH

31 parts Complete

Deskripsi Cerita: Di rumah ini, pagi dimulai dengan teriakan Audy yang protes karena Mas Aksara iseng menyembunyikan kaos kaki sebelahnya. Lalu, diikuti dengan Mbak Anin yang sok bijak tapi selalu kena mental karena dua adiknya terlalu absurd. Ibu? Dia sudah kebal dengan kegilaan anak-anaknya, cukup menghela napas dan berharap rumah tidak berubah jadi arena smackdown. Namun, di balik candaan, keisengan, dan suara gaduh setiap hari, ada sesuatu yang lebih dalam-sebuah perjalanan. Tentang keluarga yang sempat goyah tapi kembali kokoh. Tentang tawa yang sempat hilang, lalu ditemukan lagi. Karena meskipun kadang menyebalkan, rumah ini tetaplah rumah, tempat di mana mereka selalu kembali, tidak peduli seberapa jauh kaki melangkah. »»---->☆(ノ◕ヮ◕)ノ*<----«« "Rumah itu bukan cuma tempat kita tidur. Rumah itu tempat kita pulang, meskipun kadang isinya penuh orang ngeselin." -𝐀𝐮𝐝𝐲 𝐒𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚- "Hidup itu nggak selalu adil, tapi selama ada orang yang bisa bikin kita ketawa setelah nangis, berarti kita nggak sendirian." -𝐀𝐤𝐬𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐰𝐢 𝐉𝐚𝐠𝐫𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚- "Kita nggak bisa menghindari luka, tapi kita bisa memilih untuk tetap berjalan, meski sambil bawa bekasnya." -𝐀𝐧𝐢𝐧𝐝𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐀𝐲𝐮 𝐒𝐚𝐦𝐢𝐫𝐧𝐚𝐭𝐚- 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐞𝐬𝐭.