JEVRAN JANENDRA

JEVRAN JANENDRA

  • WpView
    Reads 2,171
  • WpVote
    Votes 611
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
Nama gue -Jevran Janendra. Hidup gue tenang-sepi, damai, dan bebas dari keramaian. Sampai suatu hari, datang satu makhluk bernama -Leisya Amysha. Cewek tengil, berisik, dan punya mulut yang nggak bisa diam. Parahnya lagi, dia manggil gue Tiang. Alasannya? Katanya karena gue tinggi, kaku, dan nggak ekspresif. Oke, fair enough. Awalnya gue pikir dia cuma gangguan sementara. Tapi makin lama, suara berisiknya jadi hal yang gue tunggu. Senyumnya nyebelin, tapi kok bikin kepikiran. Dan setiap kali dia teriak, "Woi, Tiang!" dari kejauhan, gue ngerasa... Hidup gue nggak setenang dulu dan entah kenapa, gue nggak keberatan. Gue nggak ngerti kenapa harus dia. Padahal banyak cewek yang lebih kalem, lebih logis, lebih... Yaa, bukan dia. Dia ganggu banget. Tapi pas dia nggak ada, lebih ganggu lagi. Dia bilang gue dingin. Ya, emang. Tapi kalau dia tahu isi kepala gue tiap kali dia dekat... Mungkin dia bakal sadar : Cowok cuek juga bisa jatuh cinta, diam-diam.
All Rights Reserved
#776
enemiestolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • My possesive boyfriend
  • Lima Pandhawa [END]
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • ETERNITY [END✓]
  • Kamu
  • GERHANA [SUDAH TERBIT]
  • Bangku 9
  • Is LOVE

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines