A Decade of Silence [Revisi]

A Decade of Silence [Revisi]

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
Bagi gadis itu, rumah bukanlah tempat untuk pulang, melainkan neraka yang harus ia hadapi setiap hari. Di balik dinding tebal rumah mewahnya, ia hidup dengan ketakutan yang mencekik dan luka-luka yang harus ia sembunyikan di balik lengan panjang. Dunia memaksanya untuk diam. Orang tuanya memaksanya untuk sempurna. Namun, di tengah kegelapan itu, ia memiliki dua alasan untuk tetap bernapas. Ada seorang laki-laki yang selalu menjadi tempatnya bersandar-yang tidak pernah bertanya tentang lebam di tubuhnya, namun selalu siap dengan plester luka dan bahu untuk menangis. Dan ada seorang sahabat perempuan yang selalu menjadi suaranya-yang menggenggam tangannya erat saat dunia terasa kejam, dan memaksa tawa hadir di sela-sela tangis. Mereka bertiga adalah satu kesatuan. Ketika gadis itu merasa nyaris hancur dan ingin menyerah pada hidup, kehadiran kedua orang itulah yang membuatnya tetap berdiri. Ini bukan kisah tentang pangeran yang menyelamatkan putri dari menara. Ini kisah tentang persahabatan tiga remaja yang saling menjaga di tengah badai, berusaha melindungi satu nyawa yang paling rapuh di antara mereka. Start: 01/06/25 End:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suarasa
  • 5 Years Later
  • I'm LizaπŸ’˜πŸ’πŸ’” [OnGoing]
  • Aurora
  • Cerita yang Tak Selesai βœ¨πŸ’”πŸŒ™ || TAMAT
  • Perjalanan Hidup [END]
  • Between us
  • Ananta Bandhana
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • AMERTA : The Last Embrace
Suarasa

[Sekuel INSPIRASA] Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang-orang melanjutkan hidupnya sepeninggal insan terkasih yang tidak akan pernah kembali pulang? Mereka yang ditinggalkan anak yang paling dibanggakannya, yang menjadi patokan keberhasilan mereka menjadi orang tua. Mereka yang ditinggalkan kakak yang paling bisa diandalkan, menjadi panutan dalam hal menjalani hidup sebagai seorang anak. Dan aku yang juga ditinggalkannya. Yang berat menyebutnya sebagai kekasih sekalipun pernah berbagi rasa. Tidak mudah juga mengingatnya sebagai seseorang yang pernah hampir sampai menginjaki salah satu gerbang tahapan hidup meski jalanan yang tidak mulus itu sudah berhasil dilewati bersama. Mereka yang kelihatannya tidak sakit dan terluka meski apa yang meneduhkan itu roboh menimpa mereka, menyisakan puing-puing yang sulit untuk kembali dibangun. Pun aku yang tampak terlalu sakit dan penuh luka ini, berdarah-darah bangkit dan pergi meninggalkan semuanya, mencari dunia lain untuk bisa kembali pulih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines