We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Reaching Out

Reaching Out

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Family Life
Mental Health and Neurodiverse
"Ingat janji kita dulu? Kalau kita masih berteman sampai SMA, aku akan menikahimu." Serena hanya tertawa saat Daniel menagih janji konyol itu. Bagi mereka, taman bermain itu adalah tempat paling aman di dunia, dan persahabatan mereka bersama Rachel adalah satu-satunya hal yang tak akan pernah berubah. Namun, waktu tidak selalu berjalan selurus yang mereka harapkan. Dunia luar mulai merenggut tawa mereka, memisahkan jarak, dan menguji seberapa jauh seseorang berani melangkah untuk orang yang mereka cintai. Saat masa lalu kembali mengetuk pintu dengan cara yang tak terduga, Daniel baru menyadari satu hal. Janji masa kecil itu bukan lagi sekadar candaan. Itu adalah jangkar yang menahan mereka agar tidak hanyut. Ini bukan sekadar kisah tentang persahabatan yang menolak usang. Ini adalah kisah tentang seberapa jauh kita berani meraih kembali mereka yang hampir hilang dalam sunyi.
All Rights Reserved
#147
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between us
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • The First, Not the Last
  • Suarasa
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • Another Pain (END) ✔
  • I'm Liza💘💝💔 [OnGoing]
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT

Januka Arshad tumbuh dalam diam. Anak yang terlalu sering ditinggal, terlalu lama menunggu pelukan yang tak pernah datang. Dibesarkan di antara suara pertengkaran, janji palsu, dan dinginnya kasur kosong... ia jadi ahli menyembunyikan luka di balik senyum kecil yang dipaksakan. Sampai suatu sore yang muram, di bawah hujan dan di halte yang sepi, ia bertemu Serena-gadis bermata helang yang sinis, tajam, dan seolah paham rasa sakit tanpa harus dijelaskan. Serena tidak menunggu siapa-siapa. Ia berhenti berharap sejak lama. Bedanya dengan Januka hanya satu, Serena sudah mati rasa, sementara Januka masih menggenggam sisa-sisa harapan. Mereka tertawa bersama. Saling menyembuhkan. Hingga pada akhirnya, kebenaran datang seperti petir yang menyambar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines