Our Promise

Our Promise

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Setelah perang usai, aku akan kembali untuk menjadikanmu sebagai istriku." Marcellus Everard. ______ Ratusan tahun berlalu setelah janji terucap untuk sang terkasih, dan Marcellus hidup dalam kubangan patah hati, kemudian di masa depan Marcellus bertemu dengan seorang gadis muda bernama Ivanka Seraphine yang memiliki sifat ceria dan sedikit ceroboh. Ketika Marcellus bertemu dengan Ivanka, pria itu terkejut melihat kesamaan rupa gadis itu dengan dengan kekasihnya yang telah meninggal. Marcellus tersenyum, merasakan kesedihan dan kebahagiaan yang bercampur. "Aku pikir kita sudah melewatkan waktu yang cukup lama," katanya, suaranya penuh emosi. "Aku tidak ingin menunggu lagi." Ini kisah tentang seorang pria yang berjalan melewati keabadian untuk menemukan sang terkasih.
All Rights Reserved
#8
ivanka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Someday
  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Darling Watch Me Win
  • The Last Snow
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • A Frozen Flower (TAMAT)
  • Dear Future (new version)
  • DECISION
  • [END] The Untold Story About Prince Erick #Re-Tale Project
Someday

[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Samantha menjalani hidupnya bagai di negeri dongeng. Ia menikah dengan teman sekolahnya, William, dan hidup bahagia meski tidak dikaruniai anak. Dunianya serasa runtuh saat sang suami divonis mengidap kanker mematikan, yang mengharuskan William untuk segera memperoleh keturunan sebelum terlambat. William tak mampu. Dan hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. "Apa yang kamu minta dariku, adalah mustahil." Bisik Samantha ketakutan. "Sam...hanya ini satu-satunya cara. Wasiat Ayahku sudah jelas. Perusahaan yang ia tinggalkan ini, semua kerja keras yang kubangun dari puing-puing sejak Ayah meninggal ini, hanya akan jatuh padaku, anak-anakku, atau Hansel sepupuku. Kita sama-sama tahu bagaimana bajingannya sepupuku itu." "Dengan segala hormat, Liam, dia sama bajingannya dengan Kakakmu--yang kamu minta untuk menghamili aku." "Sam..." William menunduk penuh rasa bersalah. Namun tak sedikit pun ia mengurungkan niatnya. "Aku tidak akan memintamu melakukan ini kalau saja aku punya pilihan lain. Kakakku, adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aku. Kami sedarah dan setelah semuanya usai, anak itu akan menjadi milik kita, darah daging kita, hak waris kita yang sah. Tidak akan ada yang tahu soal ini selain kita bertiga." "Aku yakin bajingan itu tidak akan setuju dengan ide sintingmu." Liam tersenyum tipis. "Namanya Ralf. Dan dia tidak sepenuhnya bajingan. Lagipula, Sam, keputusan ini mutlak ada di tanganmu." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines