About Alkaish

About Alkaish

  • WpView
    Reads 577,823
  • WpVote
    Votes 45,633
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 4, 2025
_________________________ ☆ Alkaish Geraldo Ferdian, lahir dari keluarga terpandang namun hidup dalam kehampaan dan kepura-puraan. Kedatangan Revan, anak angkat keluarga Ferdian, justru membuat Alkaish merasa tersingkir dan terbuang. Putus asa, Alkaish menyerah pada kematian, namun semesta memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun dua tahun sebelum akhir segalanya. Kini, Alkaish harus memilih, memperjuangkan kasih sayang yang didamba atau mencari jalan baru tanpa bayang-bayang keluarga Ferdian. Start: 22 Mei 2025 Finish: Cover by Canva __________________________ ☆ ~Catatan Penulis • Tidak boleh diplagiat! • Murni fiksi, Semua kemiripan dengan individu atau kejadian nyata adalah kebetulan semata. • Menerima saran dan kritik. • Mohon dukungannya dengan vote dan komentar Anda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]
  • Ternyata aku anak kandung [Terbit]
  • Saudara Antagonis - End - TERBIT
  • Style... ✔
  • Zion
  • Aseano Samudra [End]
  • Titik Balik Takdir (END)
  • My Perfect Doll
  • Alvino Keano (End)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines