kenapa dia bosku?!

kenapa dia bosku?!

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 7, 2025
Di hari pertama Naya Ardelia bekerja, kesialan langsung menimpanya. Sudah berdandan rapi dan penuh semangat menuju kantor baru, eh, malah apes-sebuah mobil melaju kencang dan tanpa ampun mencipratkan genangan air ke baju putihnya yang bersih. Hasilnya? Penampilan ala profesionalnya berubah jadi mirip korban lomba lari lumpur. Yang lebih menyebalkan, si pengemudi mobil tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Bukannya berhenti dan meminta maaf, ia justru tancap gas seolah sedang dikejar penagih utang. Naya pun berdoa agar tidak perlu lagi bertemu dengan manusia tak berperikemobilan itu. Tapi ternyata Tuhan sedang iseng-karena pria kurang ajar itu adalah... bos barunya sendiri, Elric Mahendra! Sekarang, Naya harus menghadapi atasan yang tidak hanya arogan, tapi juga sudah membuat kesan pertama yang begitu "mengesankan." Bisakah Naya bertahan di bawah komando bos yang membuatnya ingin menyiram kopi tiap pagi? Atau justru ada hal tak terduga menanti di balik tumpukan berkas dan pertengkaran kecil di ruang kantor?
All Rights Reserved
#195
galak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Naya Arjuna
  • Twilight's Love Puzzle
  • The Beauty of Ruin
  • Takdir Cinta Kita
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • Navano
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines