Hujan & Segalanya

Hujan & Segalanya

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 22, 2025
"Seindah apa pelanginya nanti?" Tanya Annora, gadis dengan segala kesedihannya itu masih menatap langit biru dengan awan putih yang tampak indah. "Mau se biasa apapun dunia, kalau kita rasa semuanya impas dengan apa yang kita dapet selama ini, pelangi itu akan terlihat sempurna," Arkasa menjawab, laki-laki itu ikut melihat langit yang tampak indah itu di samping Annora. "Se sempurna kisah kita, walau ada luka yang mungkin tidak bisa dihapus, namun percayalah luka itu akan sembuh dengan hilangnya badai, dan datangnya pelangi dengan keindahannya." Lanjut Arkasa, setelah berkata seperti itu, ia menatap gadis di sebelahnya yang masih mendongak melihat langit, lalu arkasa kembali melihat langit. Keduanya larut dalam lamunannya masing-masing seraya menatap langit cerah itu.
Todos los derechos reservados
#138
grup
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • he is my lover
  • ABOUT US  (Completed)
  • MY GARRULOUS BOY [HIATUS]
  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • BALAS DENDAM! ✔

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido