mencari keseimbangan

mencari keseimbangan

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, May 22, 2025
"Luna, seorang siswi SMA berparas jelita yang begitu mencintai pantai. Setiap kali kesedihan atau stres melanda, ia akan mencari ketenangan di sana, memandangi indahnya lautan. Ia dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, terlihat tenang, dan hidupnya penuh privasi, sulit ditebak. Teman-temannya sering mengira hidup Luna begitu sempurna, sebab tak pernah sekalipun mereka melihatnya bersedih. Namun, di balik semua itu, Luna sebenarnya bergelut dengan masalah kesehatan mental. Ia menderita kecemasan, depresi, dan rasa tidak percaya diri yang kuat. Tekanan dari kedua orang tuanya dan lingkup pertemanannya menjadi pemicu utama. Setiap kali Luna mencoba mengatasi masalahnya sendiri, ia justru semakin terpuruk, bahkan merasa dirinya tidak pantas untuk hidup."
All Rights Reserved
#5
keseimbangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harmoni Ombak Dan Lensa [LENGKAP]
  • [DEARY AZA]
  • Kelana Langit Semesta
  • Luna
  • THE BROKEN TWIGS
  • Riuh Dalam Sunyi
  • si pemberani Luna
  • TROUBLEMAKER (Kavin Arshaka)
  • Jejak Di Antara Bayangan [END]

Aruna Elina, seorang gadis remaja berusia 17 tahun, selalu menemukan ketenangan di pantai-tempat ia merasa bebas dari bayang-bayang penyakit jantung bawaan yang selama ini membatasi langkahnya. Dengan kamera di tangannya, Aruna menangkap setiap momen: senja yang hangat, jejak ombak di pasir, dan burung camar yang terbang bebas. Bagi Aruna, setiap jepretan adalah cara untuk mengabadikan keindahan dunia yang mungkin tidak selamanya bisa ia nikmati. Suatu hari, di salah satu perjalanan ke pantai favoritnya, ia bertemu dengan Aksa, seorang pemuda pendiam yang gemar melukis pemandangan laut. Aksa, yang awalnya terlihat dingin dan misterius, perlahan mulai membuka diri kepada Aruna. Lewat percakapan mereka, Aksa mengungkapkan bahwa ia pernah kehilangan adiknya yang memiliki kondisi serupa dengan Aruna. Dalam waktu singkat, keduanya saling memahami dan menemukan kedamaian dalam kehadiran satu sama lain. Namun, kondisi Aruna semakin memburuk, dan harapan untuk menjalani operasi transplantasi jantung semakin kecil. Meskipun begitu, Aruna tidak ingin menyerah pada rasa takut. Bersama Aksa, ia membuat daftar impian sederhana yang ingin diwujudkan-dari menyaksikan matahari terbit di puncak bukit hingga menggelar pameran foto bertema "Hidup dari Mata Seorang Pengamat." Dalam perjuangannya, Aruna belajar bahwa hidup bukan tentang berapa lama kita memilikinya, tetapi bagaimana kita mengisinya. Di tengah senja terakhir yang ia abadikan, Aruna menemukan arti cinta, keindahan, dan keberanian yang lebih besar dari semua keterbatasannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines