Retak dalam Diam [on going]

Retak dalam Diam [on going]

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Tak semua luka tampak di permukaan. Tak semua kebenaran layak diteriakkan. Dan tak semua cinta datang di waktu yang tepat. Aruna hidup di tengah keluarga yang tampak biasa-hingga satu per satu rahasia mulai menguap dari celah yang tak bisa lagi ditambal. Tentang sosok ayah yang tak seperti bayangan ideal di benaknya. Tentang seorang ibu yang tak sepenuhnya jujur pada hatinya. Dan tentang cinta pertama... yang ternyata menyimpan benang kusut yang tak mudah diuraikan. Di antara kebohongan yang membungkus kenyataan, Aruna harus memilih: diam, atau mengungkap semuanya-dengan risiko kehilangan lebih dari sekadar cinta. "Retak dalam Diam" mengajakmu menyusuri lorong-lorong gelap dalam hati manusia, tempat di mana kebenaran dan kepedihan sering kali berjalan beriringan.
All Rights Reserved
#52
psychologicalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Noda dalam Cinta
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Kau dan aku satu mimpi
  • GEMURUH DALAM DIAM
  • Berbagi Hati (Tamat)
  • The Fifth Taste
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Promise

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines