Story cover for Kepompong Kecil by KeyVers23
Kepompong Kecil
  • WpView
    Leituras 274
  • WpVote
    Votos 161
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 274
  • WpVote
    Votos 161
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em mai 22, 2025
Calyssa Nayla Putri dan Rafa Alfarez tumbuh bersama di sebuah gang kecil di kota yang penuh warna. Dari bermain petak umpet hingga saling menutupi PR, mereka tak terpisahkan-dua sahabat kecil yang tak pernah kehabisan tawa. Namun, semua berubah ketika Caly harus pindah mendadak bersama keluarganya, meninggalkan semua kenangan, termasuk Rafa.

Sepuluh tahun berlalu. Dunia telah berubah, dan begitu pula mereka. Caly kembali ke kota masa kecilnya, membawa versi dirinya yang baru-lebih dewasa, lebih kuat, namun masih menyimpan serpihan kenangan lama. Tak disangka, jejak masa lalu membawanya kembali ke seseorang yang dulu begitu berarti.

Akankah waktu menghapus kedekatan mereka, atau justru mempertemukan dua hati yang tumbuh di jalan yang sama namun berbeda arah?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Kepompong Kecil à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#310cintapertama
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Di Pertemukan , de calistazyay
14 capítulos Em andamento
Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Di Pertemukan  cover
Rival, Jadi Pacar? cover
Menyimpan Rasa (END) cover
janji kecil  cover
About Time cover
My Love Will Never Change cover
feel blue cover
PROSA "Proyeksi Rasa" [END] cover
Laskar Jingga cover
Bintang Jatuh [End] cover

Di Pertemukan

14 capítulos Em andamento

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan