Bhakti untukmu

Bhakti untukmu

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 29, 2025
WpInfo
Fiksi Penggemar
NCT
Tentang betapa berharganya arti menghargai dalam rumah yang selama ini menjadi tempat mereka kembali. Tentang Bhakti yang harus ditunaikan. Dan tentang kasih sayang yang tiada bandingan. : : : Holaa!! Bhakti untuk Ayah akan kembali lagi kawan-kawan ku.. dengan versi baru. Ada apa sih di versi 2 ini? Jadi, karena pada versi pertama memang sangat-sangat kurang dalam segi alur, maupun tata bahasa, dsb. Maka, versi 2 akan menghadirkan alur baru, dan nuansa baru, tanpa benar-benar menghilangkan nuansa Versi 1.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Love You More
  • Eliinaa
  • Back story {𝕯𝕬𝕸 House 2}/// TAMAT
  • Tuan Muda?
  • Anesthetized [Terbit]
  • BROKEN : The secret of life
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • A Fragile House of Cards (Jung Hoseok)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan