Sebelum Aku Pulih

Sebelum Aku Pulih

  • WpView
    Bacaan 32
  • WpVote
    Undian 5
  • WpPart
    Bahagian 5
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Mei 23, 2025
Ombak Ramadhan bukan nama yang biasa ia adalah anak laki-laki yang hidup dalam badai sejak kecil. Lahir dari keluarga yang runtuh, dengan ayah yang memilih pergi dan ibu yang memilih sibuk menyembuhkan diri sendiri, Ombak tumbuh tanpa pelukan, tanpa panggilan "sayang", tanpa rasa aman. Di balik senyumnya yang tipis, Ombak menyimpan anxiety disorder yang membuatnya sulit bernapas, sulit tidur, bahkan sulit percaya pada cinta. Setiap malam, pikirannya berisik. Setiap pagi, tubuhnya lelah padahal belum memulai apa-apa. Ia mencoba bertahan. Lewat jurnal yang penuh coretan, musik yang keras, dan akhirnya ruang konseling di kampus. Di sana ia bertemu seseorang yang mau mendengar, meski tak selalu mengerti. Ini bukan cerita tentang kesembuhan yang instan. Ini tentang luka yang dilihat, didengar, dan diakui. Ini cerita tentang Ombak, sebelum ia benar-benar pulih.
Hak Cipta Terpelihara
#126
anxietydisorder
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Kemana Arah Pulang?
  • 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐞𝐢𝐫𝐝𝐧𝐞𝐬𝐬 [SELESAI]
  • RadenRatih
  • Aseano Samudra [End]
  • Lakara Lara Di Ujung Luka (Tahap Revisi)
  • ANTARA KITA
  • Rayhan dirgantara [End]
  • Bersamamu
  • Welcome to the Story

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi