Liora, Jangan Caper!

Liora, Jangan Caper!

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Fri, May 23, 2025
Liora Everine punya satu masalah besar di hidupnya: dia nggak bisa diem kalau lagi suka sama orang. Masalah tambah rumit saat dia satu kelas sama Draco Malvino-cowok paling cool, paling misterius, dan paling susah dideketin sedunia SMA Edenhart. Awalnya Liora cuma ngelirik diam-diam... eh lama-lama jadi bolak-balik lorong, ngatur nada ketawa biar manis, sampai latihan senyum depan cermin. Tapi caper kebanyakan bisa bikin malu, apalagi kalau satu angkatan sampe tau. Di saat Liora struggle antara jadi pendiem misterius atau tetep absurd demi diperhatiin... ternyata si Draco malah nyimpan rahasia yang bikin semua halu Liora jadi makin rumit. Cinta SMA nggak pernah sesederhana "aku suka kamu juga." Tapi Liora tetep yakin satu hal: "Kalau aku nggak caper, dia nggak notice."
All Rights Reserved
#144
komediromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Growth A Love
  • UNSTABLE AMBITION
  • LOVANIA
  • Adhitama [Revisi]
  • AEGALEOZ || End
  • ELANG [SUDAH TERBIT]
  • LAVENDER
  • Time Heals [TAMAT]
  • NOISY SOUL [Ongoing]

SMA Negeri 26 Jakarta, tempat di mana segala macam tipe siswa berkumpul. Ada yang ambisius, ada yang pemalas, ada yang serius, ada juga yang kelewat santai. Di antara mereka, ada dua orang yang bisa dibilang paling sering bikin suasana kelas jadi ramai -Alvian dan Lily. Alvian, si cowok tengil yang menjalani hidup dengan santai, Hidup buat dinikmati, bukan dipikirin terlalu ribet. Tapi masalahnya, di dalam kelas yang sama, ada Lily -gadis cerewet yang nggak bisa lihat sesuatu nggak beres. PR harus dikerjain, aturan harus dipatuhi, dan yang yang bikin gregetan. Lily selalu mengkoreksi hal hal yang menurutnya salah. Sementara buat Alvian, Lily nggak lebih dari alarm berjalan yang nggak bisa dimatiin. Setiap hari, kelas jadi arena pertarungan kecil antara dua kepribadian yang bertolak belakang ini. Tapi, apa benar mereka cuma sebatas musuh debat sehari-hari? Atau justru ada sesuatu yang lain di antara mereka yang belum mereka sadari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines