Disaster: End of Time

Disaster: End of Time

  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Apr 4, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Apocalyptic and Dystopian
DISASTER: END OF TIME Tahun 2012 bukan sekadar angka, melainkan titik nol kehancuran umat manusia. Sebuah badai kosmik matahari menghantam Bumi, melepaskan radiasi ekstrem yang menghancurkan seluruh jaringan listrik, satelit, dan kehidupan dalam sekejap. Belum sempat dunia pulih, kutub magnetik berbalik secara instan, memicu kiamat geologi: gempa megathrust, tsunami raksasa, dan letusan gunung api yang menutupi langit dengan abu maut. Bumi kini menjadi tungku panas. Tanpa pakaian anti-radiasi khusus, manusia akan terpapar suhu matahari yang meningkat 100 kali lipat dan mati terbakar hanya dalam lima menit. Dalam tiga bulan, 98% populasi dunia musnah. Harapan terkubur 1.500 km di bawah tanah. Dua abad kemudian, sebuah keajaiban lahir dari keputusasaan. Manusia yang tersisa berhasil menciptakan ATHENA-sebuah perisai logam dari material anti-radiasi ekstrem yang ditempatkan di ketinggian 12.000 km. Melindungi wilayah seluas 720.345 km di bawahnya, ATHENA menjadi satu-satunya alasan manusia masih bisa bernapas. Namun, kedamaian di bawah payung logam ini tidaklah gratis. ATHENA adalah monster yang haus energi. Setiap tahun, taruhan nyawa dilakukan untuk memastikan perisai itu tetap aktif. **Di dunia yang telah kehilangan waktu, apakah ATHENA adalah penyelamat... atau sekadar penunda akhir zaman?** ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • lari ke Dunia Baru
  • Thirteen Grooms And The 'Secret' Bride [CH]
  • HIRAP AMERTA
  • Under your Umbrella || Sugawara Koushi [✔]
  • Time Explorer: Vastata
  • Peaceful Rest, the Night is Calm [SELESAI]
  • TEMPORIS SPATIO [TAMAT]

Tahun 2180, Pluto menyelesaikan orbit penuh mengelilingi Matahari untuk pertama kalinya, namun dunia yang dikenal manusia telah hancur. Perang Dunia Ketiga dan radiasi memusnahkan hampir seluruh peradaban, membuat atmosfer bumi beracun dan lahan subur berubah menjadi padang pasir beracun. Shelter yang tersembunyi di wilayah yang kini tak lagi dikenali peta dunia, menampung dua ratus penyintas yang masih hidup. Dinding shelter yang dulunya kokoh kini mulai retak, sistem ventilasi gagal, dan udara semakin tipis serta beracun. Ini adalah satu-satunya perlindungan yang tersisa. Di dalam shelter, sepuluh individu-Kiyoshi, Kanna Hashimiya, Lee He Jun, Park Chae Young, Rizuki Lakamoto, Ranto, Marcos, Ahmad, Sumanto, Amara, dan Sari-memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup mereka. Masing-masing membawa keahlian dalam ilmu pengetahuan, teknik, militer, dan kepemimpinan untuk bertahan hidup. Tanpa mereka, shelter mungkin sudah runtuh atau jatuh dalam kekacauan. Kiyoshi berusaha mencari cara melawan efek radiasi, Rizuki mencoba membangun teknologi untuk menyelamatkan shelter, dan Lee He Jun serta Park Chae Young, meski bukan saudara sedarah, saling bergantung dalam bertahan hidup. Namun, ancaman terus datang. Persediaan habis, penyakit menyebar, dan konflik internal mengancam ketahanan shelter. Di antara dokumen lama yang ditemukan, ada rencana perjalanan waktu yang bisa mengubah sejarah-jika mereka dapat menemukan teknologi untuk kembali ke masa lalu, apakah mereka bisa mencegah perang atau takdir sudah tertulis? Dunia terus berjalan menuju kehancuran, dan di luar shelter, badai radioaktif semakin mengancam, menciptakan mutasi berbahaya yang mengawasi mereka. Bencana telah dimulai, dan ini baru awal dari segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines