Rumah Sementara Untuk Harsa

Rumah Sementara Untuk Harsa

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Laut, keidahan mu membuat banyak orang tak bisa berpaling. Hingga saat ini belum ada yang bisa mengalahkan keindahan mu, namun kau juga ingin bebas dan liar. Lautan adalah segalanya yang di iginkan untuk menjadi indah, misterius, liar dan bebas. Tidak ingin selalu dalam dekapan samudra, laut sama seperti manusia yang tidak ingin selalu di peluk dalam kehangatan. Ia ingin bebas dan mengesplor banyak tempat yang indah. Namun jika laut sebebas dan seliar itu, maka manusia akan takut kepadanya. Kini kau meminta untuk bebas daan liar, namun apa kau tidak lihat banyak orang diluar sana yang takut denganmu. Seolah-olah tidak ingin ada bencana lagi karna dirinya. Biarkanlah ia bebas dan seliar-liarnya, ia hanya ingin bebas untuk kali ini saja. Laut bergemuruh, langit mulai gelap. Seolah-olah memberikan sebuah pertanda bahwa sebentar lagi akan ada bencana yang dasyat. Langit yang tadinya cerah kini berubah hitam pekat, angin-angin berhembus dengan kencang. Banyak orang yang berlari menyelamatkan diri sendiri seolah-olah sudah lupa dengan anak atau saudara mereka, seakan-akan mata mereka ditutupi dengan sifat egois. "Maaf, untuk kali ini aku egois kepada kalian. Hanya saja aku lelah dengan sikap kalian yang selalu semena-mena denganku, aku tau kalian pintar dan kaya. Namun bukan seperti ini untuk memperlakukan orang lain, kita dimata Tuhan sama semua. Tak ada dibeda-bedakan, baik pintar dan buruknya seseorang." tutur Heksa dengan lembut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Elegi & Tawa [Selesai]✓
  • KRISANTARA
  • ALVIN (On Going)
  • My Home [Hujan Series]
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines