Story cover for The Memora by gadiscantik
The Memora
  • WpView
    LECTURAS 642
  • WpVote
    Votos 404
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 642
  • WpVote
    Votos 404
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado may 22, 2025
Karena tidak semua yang tumbuh bersama akan menetap bersama. Dan tidak semua yang pergi benar-benar hilang.

Di kota yang menyimpan musim dan memori, mereka tumbuh seperti dua bintang kecil yang saling menunjukkan arah. Airin dan Miel, sahabat yang saling mengisi diam sejak kanak, lalu saling memahami tanpa perlu banyak tanya.

Dari sore yang basah di taman kota, hingga langit jingga yang menyimpan ribuan impian, langkah mereka pernah seiring. Namun waktu punya caranya sendiri untuk menguji arah, hati, dan keberanian untuk memilih.

THE MEMORA adalah kisah tentang mimpi-mimpi yang ditanam sejak kecil, tentang perasaan yang tumbuh perlahan, dan tentang bagaimana kenangan tetap hidup meski tak lagi di tempat yang sama.

nonamerah
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Memora a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Forced to be Yours de TheQuenners
80 partes Concluida
Kairo Dexter Akarma dan Vellora Aqueenzie-dua nama yang selalu mengisi peringkat teratas dalam daftar ranking sekolah. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di SMA, mereka telah menjadi rival abadi. Kairo, dengan kecerdasannya yang tak tertandingi, mendominasi posisi pertama sejak kelas 1. Namun, segalanya berubah ketika di semester dua kelas 2, Vellora berhasil menggesernya ke posisi kedua. Kairo tidak menyukai Vellora yang menurutnya angkuh dan kasar. Gadis itu selalu berbicara tajam dan penuh percaya diri, seakan dunia ada dalam genggamannya. Sebaliknya, Vellora muak dengan Kairo yang narsistik dan sombong, merasa berhak atas segalanya hanya karena membawa nama besar keluarga Akarma. Persaingan mereka tak hanya sebatas nilai-itu sudah menjadi pertarungan harga diri. Mereka saling menjatuhkan, saling mengejek, bahkan tak jarang perdebatan kecil berubah menjadi perang besar di depan teman-teman mereka. Namun, sebuah kejadian tak terduga mengubah segalanya. Saat keduanya tanpa sengaja bertemu di sebuah restoran, perasaan curiga pun muncul. Namun, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari bahwa pertemuan ini bukan kebetulan. Seseorang telah merencanakan segalanya. Tapi siapa? Dan apa yang diinginkan dari mereka berdua? Sedikit demi sedikit, Kairo dan Vellora mulai menerima kebenaran di balik pertemuan misterius itu. Akankah mereka tetap bertahan sebagai musuh bebuyutan? Atau justru menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar rivalitas?
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Kaila's Choice: Stay Or Move On? cover
Once and Never Again cover
Please Say I Love You [END] cover
 DISTANCE OF LONGING [ END ] cover
Viva La Vida cover
Forced to be Yours cover
Sampai Kita Jadian - Love on Repeat cover
ALATAS cover

Kaila's Choice: Stay Or Move On?

8 partes Continúa

Kamila Almeira Athaya. Gadis ceria dan menyukai hal-hal yang sederhana, seperti permen milkita dan strawberry. Karena sifatnya itu, banyak yang diam-diam menyukainya. Beberapa berani mendekat, mencoba mengukir kisah dan ada juga yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Tapi meskipun banyak orang yang ingin mengisi hatinya, hati Kaila tetap tak tergoyahkan. Karena tanpa ada yang tahu, di balik tawa dan sikapnya yang ceria, ia menyimpan satu nama di hatinya, seseorang yang belum bisa ia lupakan. Seseorang yang diam-diam masih ia tunggu. Dan di antara mereka yang berusaha mendekatinya, ada satu orang yang terus bertahan, yang selalu ada di sisinya. Rama. Sosok yang mungkin, tanpa Kaila sadari sudah mulai mengisi celah kosong di hatinya. Namun, apakah Kaila akan tetap menunggu seseorang dari masa lalunya? Ataukah akhirnya ia akan menyadari bahwa cinta yang ia cari selama ini, justru ada di hadapannya? • • "Aku masih menunggumu. Meski waktu terus berjalan, meski semua orang menyuruhku melupakan. Tapi bagaimana bisa aku pergi, jika hatiku masih tertinggal padamu?" - Kamila Almeira Athaya "Gue suka dia, semua orang mungkin juga tahu. Tapi yang nggak sama orang tahu, gue selalu kalah sama orang yang disimpan dihatinya. Gue cuma bisa ada di dekatnya, berharap suatu hari dia bakal ngelihat gue... lebih dari sekadar teman." - Rama Bramantya Sakha