The Memora

The Memora

  • WpView
    Reads 651
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 2, 2025
Karena tidak semua yang tumbuh bersama akan menetap bersama. Dan tidak semua yang pergi benar-benar hilang. Di kota yang menyimpan musim dan memori, mereka tumbuh seperti dua bintang kecil yang saling menunjukkan arah. Airin dan Miel, sahabat yang saling mengisi diam sejak kanak, lalu saling memahami tanpa perlu banyak tanya. Dari sore yang basah di taman kota, hingga langit jingga yang menyimpan ribuan impian, langkah mereka pernah seiring. Namun waktu punya caranya sendiri untuk menguji arah, hati, dan keberanian untuk memilih. THE MEMORA adalah kisah tentang mimpi-mimpi yang ditanam sejak kecil, tentang perasaan yang tumbuh perlahan, dan tentang bagaimana kenangan tetap hidup meski tak lagi di tempat yang sama. nonamerah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Viva La Vida
  • Please Say I Love You [END]
  • MESKIPUN TUBUHKU HANCUR

Alea Putri, siswi 17 tahun yang seharusnya disibukkan dengan tugas menumpuk dan urusan drama remaja pada umumnya, justru mendapati dirinya terjebak dalam sesuatu yang sangat aneh. Setiap hari, ia kembali bangun di hari yang sama. Lagi. Dan lagi. Percakapan teman-temannya sudah seperti rekaman yang diputar ulang. Bahkan, ia bisa mengucapkan kalimat Gurunya secara persis sebelum gurunya sendiri sempat mengatakannya. Semua itu terjadi dalam sebuah pola yang tidak pernah meleset Awalnya ia mengira ini hanyalah mimpi aneh yang kebablasan. Sampai ia menemukan sebuah catatan di dalam diary misterius tentang seseorang yang bahkan ia tidak ingat pernah ia sukai. Siapa dia? Apakah ini petunjuk? Apakah orang ini adalah jalan keluarnya? Atau justru ini yang membuatnya terjebak dalam putaran waktu yang tidak ada habisnya? Dengan rencana yang penuh drama, eksperimen yang lebih sering berakhir konyol, serta teori-teori aneh yang selalu gagal total, Alea mulai mencoba memahami misteri ini. Tetapi semakin lama ia terjebak, semakin ia menyadari satu hal-mungkin ini bukan hanya soal mencari sebuah jalan keluar, tetapi juga soal menyadari perasaan yang perlahan tumbuh tanpa disadarinya. Namun ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya... Jika akhirnya ia berhasil, apakah nanti seseorang itu masih akan mengingatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines