Kembali Pulang

Kembali Pulang

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 22, 2025
Batu nisan itu tampak sama. Hanya berubah karena teroksidasi dengan cuaca yang semakin hari tak menentu. Sudah 13 tahun, rasanya baru kemarin ia rasakan kepergiannya yang begitu cepat. Bahkan, ia sudah tak ingat kapan terakhir dirinya dipeluk dengan hangat oleh sosoknya. "Pah, sudah lama, ya?" ujarnya dengan tatapan sayunya. Sudah berjam-jam ia hanya termenung menangisi dirinya sendiri disana. Bahkan, kelopak matanya mungkin menunjukkan itu tanpa harus dijelaskan. "Aku rindu." ucapnya lagi. "Aku tidak mau pulang, rumah itu sudah tidak sama lagi sekarang," tatapnya lagi pada batu nisan yang tak kunjung menjawab segala ucapannya. Ia termenung. Menatap langit yang kini akan turum hujan. Rasanya ia tak mau beranjak pergi dari sana. Rumahnya sudah tak sama lagi. Ia pergi tanpa arah, tanpa tujuan ingin kemana. Harapan, doa, cita-cita. Ia memilih untuk menguburnya. Bergelut dengan air keringat setiap hari yang tak ada habisnya. Menguras otaknya yang selalu ia salahkan tak sepintar saudaranya. Menyalahkan dirinya yang harus lahir ke dunia tanpa makna. Akankah ia kembali pulang? Meratapi kebisingan yang tak kunjung ada habisnya?
Todos los derechos reservados
#755
depresi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Senja dan Angkasa
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Stairway To Heaven
  • peluk yang ku rindu
  • ALEYA~~

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido