APIO
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 22, 2025
Semua berawal dari hari pertunangan sang kakak, di antara keramaian dan suara riuh keluarga besar-Nayla merasakan sesuatu yang berbeda. Tatapan asing dari seorang teman kakaknya seakan mengunci ruang pandangnya. Tak ada kata, tak ada nama yang ia tahu... hanya mata yang bicara. Sejak hari itu, tanpa disadari, pertemuan demi pertemuan kecil terjadi. Meski hanya lewat pandangan, senyuman singkat, atau momen tak terduga-ada rasa yang tumbuh perlahan. Ini bukan kisah cinta penuh drama atau romansa yang megah. Ini hanya tentang harapan yang tumbuh dari pertemuan-pertemuan sederhana. Tentang seseorang yang tak pernah Nayla kenal benar... tapi diam-diam ia doakan. Karena katanya, menulis adalah bentuk manifestasi. Maka biarkan kisah ini menjadi doaku yang abadi.
All Rights Reserved
#392
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • Angkasa dan Cerita
  • A Story Never Told [21+]
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • INSECURE (On Going)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • BAKPAO TELO

Mereka bilang cinta sejati dimulai saat dua mata bertemu dan hati saling bicara. Tapi bagaimana jika cinta itu tumbuh bahkan sebelum tatapan pertama? Sebelum genggaman tangan, sebelum tahu wangi tubuh satu sama lain? Aku bertemu dengannya bukan di dunia nyata-bukan di taman sekolah, bukan di perpustakaan, bukan di halte hujan yang romantis seperti dalam film. Tapi lewat suara. Lewat pesan yang datang di malam sunyi, ketika dunia tidur dan hati manusia paling jujur bicara. Namanya Arka. Ia hadir dalam hidupku sebagai suara yang hangat, perhatian yang manis, dan rasa yang perlahan menjalar hingga tak bisa kuabaikan. Kami belum pernah bertemu. Tapi perasaanku padanya nyata-nyata seperti degup jantungku saat membaca pesan darinya, nyata seperti senyum bodohku tiap kali mendengar suaranya memanggil namaku. Namun, cinta yang lahir dari kejauhan juga membawa luka yang sunyi. Ketidakpastian, pertanyaan tanpa jawaban, rindu yang tak bisa dipeluk. Aku menulis kisah ini bukan untuk membuatmu percaya bahwa semua cinta jarak jauh akan berhasil. Tapi untuk menunjukkan bahwa beberapa cinta, meski tak bertahan, akan selalu tinggal di hati. Dan aku masih percaya... Still, I'm sure we love again. - Nayla

More details
WpActionLinkContent Guidelines