My First Experience

My First Experience

  • WpView
    Reads 2,408
  • WpVote
    Votes 454
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Malam itu, kota Jakarta seolah larut dalam diamnya. Lampu jalan berkedip temaram, sementara suara kendaraan tinggal gema samar di kejauhan. Di dalam kamar bernuansa pink lembut, Liora duduk termenung di depan jendela, memeluk lututnya. Pikirannya melayang jauh-tentang rasa yang sempat singgah, dan luka yang tak pernah benar-benar pulih. "Mungkin, bukan tentang siapa yang lebih dulu pergi... tapi tentang siapa yang lebih dulu melepaskan," gumamnya pelan. Dan dari sinilah semuanya dimulai. "kita tidak pernah benar-benar selesai, hanya diam. menyimpan rindu yang tak bisa dikirim, dan kata-kata yang tak pernah sampai. tapi entah kenapa, rasanya kamu masih di sini, menunggu tanpa suara." ------------------------------------------------->< COVER BY @maradisease !! hi guys, ini cerita pertama aku>_< sorry if there are many typos or wrong words. jangan lihat dari deskripsinya ya!! masuk kalau penasaran hehe. jangan lupa vote dan komen-!! hehehe pls don't take or copy my story. buatnya sambil nangis:)
All Rights Reserved
#2
digitalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • Romance Short-Story Collection [END]
  • A Wish Upon a Star
  • A RICH TASTE [On Going]
  • LOVE AT SECOND TIME
  • Our Tragedy
  • Luna Of The Wolves (Completed)

"Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang kehilangan, tentang memilih siapa yang nyata, dan siapa yang cuma ilusi." "Kalau cinta itu sederhana, kenapa aku selalu jatuh pada yang paling rumit?" Giza nggak pernah nyangka satu pertemuan bisa membuka pintu masa lalu yang udah lama ia kunci. Tapi ketika satu nama kembali muncul-dengan wajah, rasa, dan kehadiran yang nggak bisa dia abaikan- semua jadi kabur: siapa yang nyata, siapa yang cuma bayang-bayang. Dan ketika hati mulai goyah, Giza harus menelan kenyataan: nggak semua luka bisa sembuh hanya karena kita ingin melupakan. Kadang... yang bikin kita kembali justru luka yang nggak pernah pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines