Berharap Manusia

Berharap Manusia

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
Semua orang di Ard diberi peran. Protagonis. Antagonis. Figuran. Martir. Saat usia sepuluh, naskah hidupmu ditetapkan. Kamu hanya perlu membaca dialogmu, melakukan adeganmu-dan jangan pernah bertanya. Aru menerima peran yang paling dibenci: Antagonis. Selama tujuh tahun, ia dipaksa menjadi penjahat. Diperintah untuk membenci, merusak, dan menyakiti demi "keseimbangan cerita". ​Namun, ketika ibunya dieksekusi demi sebuah babak tragis yang sempurna, dan adiknya mulai dipersiapkan untuk dikorbankan, Aru memutuskan satu hal: Ia tidak akan memerankan kebohongan. Tapi di Ard, menolak naskah sama saja dengan menantang takdir. Dan mereka yang terlalu sadar... tidak pernah dibiarkan hidup lama.
All Rights Reserved
#159
human
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Antagonist (end)
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • MORGAN

Bagaimana rasanya terbangun saat cerita sudah TAMAT dan peranmu hanyalah menunggu mati? Kenra, pemuda 20 tahun dengan kehidupan monoton tanpa tujuan, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Kenra Farza Alberto-antagonis utama yang sudah kalah total. Sang protagonis sudah menang, pesta sudah usai, dan sekarang hanya tersisa siksaan sel gelap untuknya. Terjebak dalam dosa yang tidak pernah di lakukan, Kenra harus melawan takdir yang jelas-jelas tertulis MATI. Bisakah ia menulis ulang epilognya sendiri di dunia yang sudah tidak lagi membutuhkan kehadirannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines