Dua Pagar, Dua Dunia

Dua Pagar, Dua Dunia

  • WpView
    LETTURE 19
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 24, 2025
Dua Pagar, Dua Dunia. Langit sore tak hujan, tapi mendung-seperti hati Ayra saat melihat Ziyan berdiri beberapa meter darinya. Teman masa kecil, tetangga dua pagar, seseorang yang dulu begitu dekat, kini bahkan tak sanggup disapa. Dulu mereka duduk bersebelahan di kelas, kini saling berpaling di trotoar. Waktu membuat jarak yang tak terlihat tapi terasa. Lewat binder kusam dan foto kelulusan yang lusuh, Ayra mencoba memahami: bagaimana seseorang yang pernah ada di hampir setiap momen hidup kita, bisa tiba-tiba terasa asing? Ini adalah cerita tentang dua orang yang tumbuh bersama, tapi tumbuh menjauh. Tentang memori, jarak, dan perasaan kehilangan yang tidak selalu punya nama.
Tutti i diritti riservati
#342
childhoodfriends
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing) | LEE HEESEUNG | KARINA
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • GALELIA (HIATUS)
  • HE IS MARCH
  • Bentangan Payung Biru

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti