Pelukan Terakhir? (Angst Ice - S2) [On Going]

Pelukan Terakhir? (Angst Ice - S2) [On Going]

  • WpView
    reads 2,074
  • WpVote
    Stemmen 504
  • WpPart
    Delen 18
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, mrt. 14, 2026
⚠️ Trigger Warning: Psychological Thriller & Psychological tragedy ⚠️ Genre utama : psychological thiller Genre pendukung : psychological Tragedy, psychological healing, romance ringan, psychological suspense, psychological horor 🚫 BUKAN BL 🚫 Halo 👋🏻 Selamat datang di Season 2 dari Pelukan Terakhir Abang. Season ini tidak berjalan cepat. Ia mengalir perlahan, sunyi, dan penuh lapisan emosi. Beberapa hal tidak akan langsung dijelaskan. Beberapa luka tidak langsung terasa. Dan beberapa kebahagiaan mungkin hanya singgah sebentar. Cerita ini berfokus pada perjalanan mental, hubungan, dan pilihan. Bukan hanya tentang apa yang terjadi, tetapi tentang apa yang tersisa setelahnya. Update menyesuaikan kesibukan author. Satu sampai dua kali seminggu, atau maksimal tiga minggu sekali. Selamat membaca. Jaga diri kamu, dan semoga tetap bertahan sampai akhir 🤍
Alle rechten voorbehouden
#48
thiller
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Doctor Duchess: Don't Die Yet, My Duke!
  • Intel Bucin
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • memori yang hilang
  • Shadow in the Lab
  • The Rules!
  • REYGAN GHAZI AFKARA
  • Fraktal Rahasia

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen