Excuse me, sir [JossGawin]

Excuse me, sir [JossGawin]

  • WpView
    Reads 80,350
  • WpVote
    Votes 4,013
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
⚠️Semua ide cerita hanya karangan author ⚠️ πŸ”žβ€ΌοΈ Amerika Serika - Las vegas Meja besar di tengah ruangan dipenuhi dengan wajah-wajah keras dan penuh rahasia, mata-mata yang tajam dan penuh perhitungan. "Aku mengharapkan pengembalian uang bersama dengan bunga nya, Mond." "Itu tidak mungkin!" "Pengembalian dan bunga nya 10% ... akhir bulan ini," balas pria berkewarganegaraan Amerika Serikat itu menegaskan. Suasana ruangan dipenuhi dengan ketegangan dan keheningan, hanya dipecahkan oleh suara-suara bisikan dan gelengan kepala. "Ini adalah akhir dari pembicaraan." Baru saja Mond beranjak dari kursi nya, satu peluru melayang hampir mengenai kepala si Mafia Thailand itu. "Joss Wayar!" tuan Vincent berteriak pada putra sulung nya, kini dua kelompok Mafia yang berhadapan itu saling menodong kan senjata nya. "Aku masih memberi nya peringatan, Ayah" Udara di ruangan itu dipenuhi dengan aroma kekuasaan dan kekerasan. ---- Thailand - Bangkok Musik DJ yang berdentum-dentum membuat tubuh bergoyang tak terkendali, sementara bar yang elegan menyajikan minuman-minuman eksotis yang memanjakan lidah. Di tengah ramai nya club beberapa pengunjung memperhatikan bartender yang sedang sibuk mencampur minuman-minuman eksotis dengan teknik yang sempurna. Dia mengenakan kemeja hitam yang ketat dan apron kulit yang membuat penampilannya semakin elegan. "Siapa nama mu?" tanya salah satu gadis yang memesan minuman disana. Mendengar pertanyaan tersebut, sontak perhatian nya teralihkan sekilas tatapan matanya yang tajam dan ramah membuat pelanggan merasa nyaman dan dihargai. "Gawin," jawab Gawin singkat. "Gawin? Gawin apa? Gawin pacar ku?" beberapa gadis yang menyaksikan itu tertawa melihat Gawin yang di goda. Gawin hanya tersenyum karena sudah terbiasa dengan godaan dan candaan setiap pelanggan, lalu ia kembali menjawab. "Gawin Caskey." β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ ~ 𝘦𝘯𝘫𝘰𝘺 𝘡𝘩𝘦 𝘴𝘡𝘰𝘳𝘺 ~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COME BACK
  • Trapped in ObsessionπŸ”žβ€ΌοΈ (Jossgawin)
  • Enduring Bond || JossGawin ver.
  •  π…πˆπ— π˜πŽπ”: 𝐈𝐧 𝐭𝐑𝐞 π’π‘πšππ¨π°π¬ 𝐨𝐟 𝐏𝐚𝐒𝐧(ᴊɒ)α΅‰βΏα΅ˆ βœ”
  • What's Between
COME BACK

LUCAS JOSS GAWIN BARCODE AU | BOXING | BXB | SHORT CHAPTERS When life gets tough, put on your boxing gloves. *** Kini giliran Gawin menghela nafas, kali ini dia beranikan diri untuk menatap Joss agak lekat. "Ceraikan aku." Pintanya pelan dengan nada yang dingin. Joss diam, menatap mata Gawin dengan pilu. Mata yang selalu dia puja, mata yang dahulu ketika menatapnya dipenuhi oleh cinta, namun kini mata itu memandang nanar berisi kemarahan, kekecewaan dan keegoisan. Demi apapun Joss tidak ingin mengiyakan permintaan Gawin. Joss mengangguk pelan tanpa daya. Seketika itu Gawin justru merasa ingin menangis. Dia tidak yakin dengan yang dia rasakan saat ini. *** "Why boxing, son?" Tanya Joss sambil melihat pada sisi wajah Lucas yang berada disampingnya. "Daddy memang petinju, tapi bukan berarti kamu harus menjadi petinju juga." Itu hal yang belum pernah dia tanyakan kepada Lucas selama ini. Sejujurnya dia bahagia karena Lucas juga mencitai tinju seperti dirinya, dan bangga karena Lucas mewarisi bakatnya. "It toughens me up mentally and physically." Jawab Lucas. Joss menatap anaknya dengan sendu. "What about you, dad? Why boxing?" Lucas melontarkan pertanyaan yang sama. "I told you. I came from a low class worker family, and boxing makes a lot of money." Jawab Joss kembali menatap pada gerombolan kuda. "Nah. I always knew there was more than that." Lucas kali ini menatap dalam pada sosok Joss. Kali ini Joss yang sejenak terdiam. *** "Tapi kakak menang semua pertandingan, pa." Kata Lucas berusaha membuat amarah papanya sedikit mereda. "Papa tidak perduli. Kamu, kalau tidak mau mendengar dan tidak perduli kepada papa lagi, kamu boleh pergi dari rumah ini. Kamu, kalau tetap ingin melakukan tinju dan mati dengan cepat, kamu boleh pergi dari rumah ini." Gawin berkata dengan penekanan. Suaranya agak bergetar karena amarah dan kekecewaan yang tertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines