Terikat Kontrak By X ChaLvin - VAZ

Terikat Kontrak By X ChaLvin - VAZ

  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 6, 2025
Dipenjara dalam istana bernama pernikahan, Indah tak tahu siapa yang lebih menakutkan antara keluarga Abraham atau pria yang kini menjadi suaminya-Dhananjaya Abraham, pria yang tak hanya dingin, tapi juga misterius. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan kontrak: uang untuk nyawa, rahim untuk pewaris. Di balik megahnya nama Abraham, Indah hidup dalam bayang-bayang hinaan dan tatapan penuh caci. Namun siapa sangka, justru pria yang paling ia takuti... kelak akan menjadi satu-satunya pelindung saat dunia mulai menghancurkannya dari dalam.
Todos los derechos reservados
#93
kawinkontrak
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Marchel And Zarra
  • Bronies (Berondong Manies)
  • The coldest marriage
  • Secret Of Marriage
  • Secret ALTA

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido