6 CAHAYA KEHIDUPAN

6 CAHAYA KEHIDUPAN

  • WpView
    Reads 1,384
  • WpVote
    Votes 337
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
"Aku masih adek kalian kan?" Ucap Celline yang selalu merasa kesepian walau dia mempunyai 5 abang. "Aku punya banyak abang tapi tidak dengan perannya" Ada seorang anak perempuan SD yang bernama Celline Jivara Elora Putri Fernando yang merasa sangat senang saat dia tau dia mempunyai 4 abang lainnya, mereka juga abang kandung Celline, bedanya mereka dengan Celline dan Ekwan adalah beda ibu. Celline sangat senang dan dia berharap di kasih sayangi, di perhatikan, di jaga oleh ke 4 Abang lainnya, yaitu *Areksa, Alaska, Evandra, Gani*. Tapi ternyata harapan Celline hanyalah pembuat dirinya semakin depresi dan drop karena mereka tidak menerima kehadirannya ibu Celline, Celline, dan Ekwan (abangnya Celline juga). Celline pun akhirnya memutuskan untuk membenci mereka hingga sekarang Celline kelas 2 SMP. Di saat Celline sudah benci, tiba-tiba ke 4 abangnya itu mulai muncul di kehidupannya, mereka mulai berubah dan tiba-tiba meminta maaf. *KEPUTUSAN APAKAH YANG CELLINE AMBIL? APAKAH DIA MEMAAFKAN MEREKA ATAU TETAP MEMBENCI?*
All Rights Reserved
#365
brothersister
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ELZEAN [On Going]
  • TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • G E L V A N
  • Damian Arutala [DI TERBITKAN]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines