The Dog Days Are Gold (ON GOING)

The Dog Days Are Gold (ON GOING)

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 29, 2025
Seekor anjing kampung dibawa dari desa ke kota dan tinggal di lingkungan yang awalnya tidak menyukainya. Ia sering dianggap kotor, mengganggu, dan nggak layak dipelihara. Bahkan keluargaku sendiri sempat menolaknya. Tapi seiring waktu, sikapnya yang setia dan apa adanya bikin orang-orang mulai suka. Ia sering nemenin orang yang lagi sendiri, bantu jaga rumah, dan selalu ada di momen-momen penting. Tanpa harus banyak tingkah, dia bikin orang ngerti apa itu sayang, peduli, dan nerima apa adanya. Cerita ini bukan cuma soal anjing, tapi soal gimana sesuatu yang sederhana bisa bikin perubahan besar di hidup banyak orang.
All Rights Reserved
#346
anjing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • She's mine (lilynn) END.
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Burn it [END]
  • gadis cantik kesayangan psikopat
  • START OVER - BECKFREEN FANFIC - GXG
  • CURSE | JAEWOO
  • Bagaikan permen lemon

Mereka bilang, jangan pernah main ke hutan itu saat matahari mulai turun. Bukan karena hewan buas. Bukan juga karena tersesat. Tapi karena... tak semua yang berdiam di sana adalah manusia. Di balik pepohonan yang menjulang dan semak berduri, ada satu rumah kosong. Sudah lama tak ditinggali, katanya. Tapi kadang- lampunya menyala. Tirai bergerak. Dan suara tawa terdengar di malam hari. Warga desa memilih bungkam. Anak-anak yang bertanya dibungkam dengan dongeng-dongeng: "Rumah itu milik orang kaya yang pindah ke luar negeri." "Sudah tak ada apa-apa di sana." "Jangan percaya cerita aneh-aneh." Tapi wajah mereka selalu tegang saat menyebutnya. Dan tak ada satu pun yang berani menjejakkan kaki ke tanah itu. Sampai akhirnya, pada suatu sore, Tujuh anak muda tertawa di antara rerimbun hutan, memainkan petak umpet tanpa tahu batas. Langit mulai redup. Angin berubah dingin. Dan salah satu dari mereka... menghilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines