Catatan Seorang Pemikir volume 2

Catatan Seorang Pemikir volume 2

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
Di antara senyapnya jagat dan gema nalar manusia, lahirlah tanya yang tak henti beresonansi: mengapa langit begitu teratur, tapi manusia begitu kacau? Volume kedua ini bukan sekadar lanjutan-ia adalah belokan tajam menuju dimensi lain pemikiran. Rehan, anak kecil yang tak puas dengan jawaban kosong, mulai merumuskan semestanya sendiri. Ia menyoal keberadaan Tuhan dalam ruang waktu, bertanya tentang keadilan dalam gravitasi sosial, dan menyangsikan kekudusan yang tidak bisa diuji logika. Di balik bintang dan kitab, antara hukum Newton dan prinsip Syafi'i, narasi ini menggugat: apakah iman adalah cahaya, atau sekadar ilusi optik dalam ruang berpikir yang dibekukan? Ketika babak Yusuf kembali hadir, kita tidak lagi membaca anak kecil. Kita membaca suara semesta yang pernah disangkal: filsafat yang dibakar namun abunya membentuk galaksi baru dalam akal. Teologi tak lagi tunggal, waktu tak lagi linier. Semua menjadi ruang debat-antara yang mutlak dan yang mungkin. Buku ini bukan bacaan. Ia adalah peristiwa dalam kepala.
All Rights Reserved
#12
teologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit kita tak sama
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Logika Jentera (Completed)
  • Quant (On Going)
  • Deo Juvante
  • Kelamkari
  • DEI INVENTA
  • Imam untuk Gladysa✓
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir

**Sinopsis** Sinopsis - Langit Kita Tak Sama Alya, seorang muslimah yang taat dan berhijab, bergabung dengan komunitas relawan bencana alam demi menguatkan empati dan memperluas pengalaman hidupnya. Di sana, ia bertemu Revan, seorang pembina wihara yang juga relawan aktif. Revan berbeda dari laki-laki yang pernah ia temui-tenang, bijaksana, dan penuh kasih. Meski berasal dari keyakinan yang berbeda, mereka merasa ada ruang yang sama dalam nilai-nilai kemanusiaan. Kedekatan mereka tumbuh dari hari ke hari, melewati batasan formalitas dan mulai menyentuh sisi pribadi. Namun, cinta yang muncul perlahan berubah menjadi pergolakan batin. Alya mulai dihantui rasa bersalah karena ini keyakinannya mengajarkan batas yang tegas dalam hubungan beda agama. Sementara Revan, meski memahami perbedaan spiritual mereka, tidak bisa membohongi ketulusan hatinya. Saat cinta dan keimanan mulai bersinggungan, keduanya harus mengambil keputusan: mempertahankan kedekatan dengan segala resikonya, atau melepaskan demi menjaga kedamaian hati masing-masing. Pada akhirnya, mereka sadar-sebanyak apa pun mereka saling mencintai, langit tempat mereka berdoa tetap tak sama. Tapi cinta yang lahir, tetap suci, walau tak harus memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines