Who came back to life

Who came back to life

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2026
--- Usianya empat puluh tiga. Nama dan wajahnya dikenal di mana-mana, di layar kaca, dalam koran, di balik dinding-dinding perusahaan besar yang ia bangun dari kehancuran hidupnya sendiri, ARSEN MIKAEL RAHARJA namanya. Ia pernah miskin, terluka, dihina. Ia membalas semuanya dengan keberhasilan. Namun, kejayaan itu hampa. Tak ada satu pun yang bisa menghangatkan hatinya. Tidak cinta. Tidak keluarga. Tidak uang. Ia tersenyum dalam foto-foto publikasi, tapi di balik mata yang memancarkan kekosongan, ia sudah lama mati. Setiap pagi hanyalah ulangan dari mimpi buruk yang sama, hidup yang tidak diinginkan, tubuh yang tak bisa lagi merasakan, dan dunia yang terlalu berisik untuk orang yang lelah. Malam itu, ia memutuskan cukup sudah. Sepuluh butir. Dua puluh. Tiga puluh. Ia menenggak semuanya seperti menelan masa lalu. Gelap menyambutnya. Namun, kematian menolaknya. Ia terbangun, bukan di ranjang rumah mewahnya, bukan di tubuh yang dikenalnya. Ia sekarang adalah anak laki-laki berumur tujuh belas tahun, lemah, penuh memar. Dan dari balik pintu, terdengar suara dingin seorang wanita "Kau memang pembawa sial. Kenapa kau tidak mati saja?" ---
All Rights Reserved
#590
familyship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines