Perfect Partner: Secret Mission

Perfect Partner: Secret Mission

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 1, 2025
⚠️WARNING⚠️ CERITA INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, KATA KASAR, DAN HAL NEGATIF LAINNYA. JADI TOLONG BIJAK DALAM MEMBACA‼️ ----- ❛❛Keadilan itu milik semua orang. Bukan hanya milik orang yang punya harta dan kuasa. ❜❜ ••• "Kalo gue yang dapet peringkat pertama di semester ini, lo harus jadi cewek gue."-Gerald. "Tapi kalo gue yang dapet peringkat pertama, lo harus jadi babu gue."-Rayel. *** Kisah para remaja yang berjuang menegakkan keadilan ditengah kegilaan dunia, sekaligus mencari jati diri mereka. Perjalanan mereka diwarnai dengan penuh tangis, tawa dan romansa. Tak hanya itu, puluhan kisah misterius pun mengelilinginya. Menutup mata bukanlah hal yang pantas ketika mereka tahu bahwa ketidakadilan ada di depan mata. Ratusan jeritan minta tolong selalu datang menghantui. Tangisan menyayat hati selalu terdengar setiap hari. Bukankah kejam jika mereka berpura-pura buta dan tuli? Banyak hal aneh yang terjadi sehingga mereka memutuskan untuk saling bekerjasama demi mengungkap rahasia yang tertutup oleh harta dan kuasa.
All Rights Reserved
#74
keadilan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines