dunia bayangan

dunia bayangan

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓 Di sebuah laboratorium tua di bawah tanah, jam dinding berhenti berdetak. Hanya suara alat-alat mesin tua yang terus berdengung, seolah menolak mati. Cahaya lampu kuning pucat menyorot seorang pria tua yang berdiri di depan tabung kaca raksasa. Profesor Rajoendra. Ilmuwan jenius-atau gila, tergantung siapa yang bercerita. Tubuhnya sudah lemah, tapi matanya menyala. Di hadapannya, tubuh manusia tanpa nyawa terapung dalam cairan kental berwarna hijau. Kabel-kabel dan jarum suntik menempel di kulit pucat itu. Monitor-monitor berkedip cepat. Proyek rahasia yang ia jalankan selama puluhan tahun-hampir selesai. "Hidup kembali..." bisiknya dengan suara serak, "Bukan mustahil." Ia menekan tombol terakhir. Arus listrik menyambar. Tubuh dalam tabung kejang sesaat, lalu... Jantungnya berdetak. Profesor tertawa pelan. Tapi tak sempat ia rayakan keberhasilannya-dadanya mendadak sesak. Ia terbatuk hebat, darah mengalir dari mulutnya, dan tubuhnya roboh. Di lantai dingin, ia terbaring, matanya terbuka lebar menatap ciptaannya... lalu tak bergerak lagi. Beberapa minggu kemudian, cucunya, Samdraja, menemukan ruang itu. Didorong rasa penasaran dan obsesi, ia melanjutkan eksperimen sang kakek. Tapi kali ini, ia menggunakan subjek manusia yang tak diketahui asalnya. Tubuh itu hidup kembali-namun hanya sesaat. Tubuhnya menghitam, matanya pecah, dan makhluk itu mengamuk. Dalam kepanikan, Samdraja membuangnya ke sungai terdekat. Ia tak tahu, tubuh itu membawa sesuatu... sesuatu yang seharusnya tak ada di dunia. Sesuatu yang bisa menyebar. Dan saat tubuh itu mengapung dalam aliran air, patogen yang menempel mulai menyebar ke seluruh sistem saluran kota-diam-diam, tak terdeteksi. Hari-hari berikutnya, orang-orang mulai sakit. Kemudian berubahg. Lalu... menghilang. Di sinilah dunia mulai runtuh. Dan cerita enam anak yang bertahan hidup-dimulai. Samudra Amara Baijiu Bailiu Varsha Eran. --q
All Rights Reserved
#253
monster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nona Gandari (Terbit)
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Masuk Ke Dalam Novel ( END )
  • VeeNara
  • Rains In Heaven (Huang Renjun)
  • Warisan Gandari
  • RAESHA (Revisi)
  • Xagala
  • Menjaga Monster

"Cantik doang tapi kutuan hahahaha....." Balas Gara melirik Lintang diikuti tawa penuh ejekannya yang sungguh menyebalkan. "Gue nggak kutuan kok," "Emang gue nanya?" "OUWH IYA NGGAK NANYA YAH!" Lintang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Jika sudah begini Angga, Asur, Geral dan Chika sudah tau apa yang selanjutnya akan terjadi. "Eh...ehh.....sakit..Li..." Lintang memukuli lengan kekar Gara dengan kedua tangannya tanpa henti. "Udah dong...auhh...Li sakit!" Pekik Gara mulai merasa kesakitan di bagian lengannya. Ternyata tenaga Lintang cukup kuat jika tengah emosi. Gara buru-buru memegang kedua tangan Lintang dan mengikatnya dengan ikat rambut milik gadis itu yang ada di lengan milik Lintang. "Cewek tapi tenaga spek kuli." Gara geleng-geleng kepala. "Nggak nanya!" Kesal Lintang. "Nggak ngasih tau lu." Sungguh Gara orang paling menyebalkan di dunia ini. "Ganteng doang, punya crush frenzone." Ucapan itu berhasil menarik perhatian semua yang tadinya sibuk dengan urusan masing-masing. Geral yang merasa hening seketika melirik mereka semua. ... Silakan mampir yah guyss! Cuman mau bilang sih, hati² cerita ini alurnya agak menjebak!

More details
WpActionLinkContent Guidelines