DENGEROUS BROTHER

DENGEROUS BROTHER

  • WpView
    Reads 59,670
  • WpVote
    Votes 2,174
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Slow Burn
First Love
Mata gelap Defrian menelusuri setiap jengkal wajah sang gadis, mengamati dengan seksama hingga sorot matanya berlabuh pada bibir ranum Cahya. Gadis itu.. tampak gemetar. Semakin hari perasaan haus akan gadis itu semakin membubung tinggi. Apakah ini sebuah kesalahan? Harusnya tidak. Ia tidak bisa memilih kepada siapa hatinya akan berlabuh. "Abang, lepasin a-aku.." Suara halus Cahya bergetar. Mata indahnya tampak berkaca-kaca. Rahang Defrian mengetat, bukannya menurut, lengan Defrian yang sebelumnya sudah tersimpan di pinggang ramping Cahya justru menariknya mendekat dan menyatukan bibir keduanya. Persetan! Defrian sudah terlalu lama bersabar. ••• •Jangan lupa follow guys ^_^ •Eh! jangan plagiat yaa. no no!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lead Rona by the Nose [21+]
  • TRAPPED BY THE CEO
  • DAGERUOS LESSON
  • BAD BROTHER : SAGATHA
  • CHERRY ON TOP
  • Obsidian Heart [End]
  • RAZERA: The Toxic Boyfriend
  • LUKA YANG DIBELI (18+)
  • Toxic Love (End)
  • The Mafia's Sinful Obsession

"Lo itu anjing, Rona. Anjing yang bodoh, anjing yang nggak bisa mikir, anjing yang cuma bisa nurut sama perintah gue." *** Besar sebagai anak hasil perselingkuhan orang tuanya, membuat Rona Binar Nadi terbiasa hidup dengan merelakan, mengalah, dan menurut. Merelakan kepergian ibu yang tak pernah ia kenal. Mengalah pada adik laki-laki yang lebih disayang sementara ia selalu diasingkan. Menurut pada semua perlakuan semena-mena ibu tiri yang memperlakukannya bak boneka hidup. Sampai kemudian, ia harus berurusan dengan Biru Nara Baskara, si cowok berengsek pewaris tunggal dari kekayaan keluarga Gunawantra. Sekali lagi Rona memegang prinsip hidupnya: merelakan, mengalah, dan menurut ... pada semua perintah Biru. ************* MWEHEHEHHEHE

More details
WpActionLinkContent Guidelines